TKI asal Sikka Kecelakaan di Tawau, Tubuhnya Dibedah Setelah Meninggal

Warga Kampung Urun Pigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat dinyatakan telah meninggal oleh Intensif Care Unit

TKI asal Sikka Kecelakaan di Tawau, Tubuhnya Dibedah Setelah Meninggal
istimewa
ilustrasi

POS KUPANG.COM, MAUMERE --Kematian Yohanes Hendrik (31), tenaga krja Indonesia (TKI) bekerja di Perusahaan HB Realty SDN BHD di Tawau, Negara Malaysia, Minggu (2/7/2017) memunculkan tanda tanya kepada sanak keluarga.

Warga Kampung Urun Pigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat dinyatakan telah meninggal oleh Intensif Care Unit Hospital Tawau, dibawa ke ruangan operasi menjalani pembedahan lagi.

"Telpon dari dari bapa besar di sana (Tawau) tanggal 2 Juli menyatakan Hendrik didorong masuk ke kamar operasi untuk diambil organ tubuh yang masih berfungsi supaya bisa dapat asuransi," ujar sepupu Hendrik, Yansinta Femy Dedenas, dihubungi Pos Kupang, Sabtu (8/7/2017).

Namun setelah pembedahan itu, Femy menirukan telphon dari bapa besar yang mengikuti pengurusan jenazah Hendrik menyatakan organ tubuh Hendrik tidak berfungsi lagi sehingga ditutup kembali.

"Penjelasan bapa besar seperti ini katanya ditutup kembali karena organya tidak berfungsi menimbulkan tanda tanya. Dia (bapa besar) tidak berada di kamar operasi," ujar Femy, diamini sanak famili di rumah duka.

Menurut Femy, penjelasan lebih detail akan disampaikan bapa besar guna mengikuti pemakaman Hendrik.

Yohanes Hendrik, sesuai nama dokumen kematian memiliki nama pemberian orangtua Hendrikus Nong Oke. Anak kedua dari empat bersaudara terlahir dari ayah Philipus Pili (alm) dan ibu Adile.

Ia masuk ke Tawau lewat jalur mandiri secara ilegal, namun setelah satu sampai dua tahun menjadi operator alat berat di perkebunan sawit, Hendrikus mengurus paspor sampai ajal menjemputnya.

"Kami tidak tahu alasannya, sehingga di dokumen kematian dari Konsulat RI Tawau di Saba dan dokumen yang lainnya tertulis Yohanes Hendrik," ujarnya.
Pada dokumen kematian dari Intensif Care Unit Hospital Tawau, tercatat penyebab kematian adalah hypovolumie shock secondary to intra abdominal (trauma pada bagian perut). Menurut penjelasan bapa besar, kata Femy, Hendrik tertindih alat berat sehingga tubuh bagian perut ke bawah hancur.

Menurut keluarga, perut Hendrik kempis dan tubuhnya agak kecil, beda dari kondisi semasa hidup sekitar setahun silam saat dia datang ke Maumere.

Jasad Hendrik tiba di Maumere, Jumat (5/7/2017) dengan pesawat dari Denpasar. Seorang sanak famili yang berangkat ke Jakarta menjemput jasad tidak bisa kembali ke Maumere karena kehabisan ongkos. Padahal semula, perusahaan menyatakan akan membiayai ongkos jenazah dan keluarga yang menjemputnya.

"Jasad Hendrik saja yang tiba dulu, tanpa ada yang mendampingi. Keluarga yang berangkat ke Jakarta kehabisan biaya. Kami berpikir akan dibiayai perusahaan, ternyata tidak ada," sesal Femy.(ius)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved