Ribuan Massa Oposisi Unjuk rasa Menentang Erdogan

perjalanan 450 kilometer dari Ankara ke Istanbul yang dilakukan oleh pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu.

Ribuan Massa Oposisi Unjuk rasa Menentang Erdogan
(REUTERS/Umit Bektas/djo/17)
Pendukung pemimpin partai oposisi utama Turki Partai Republik Rakyat (CHP) Kemal Kilicdaroglu berjalan membawa bendera Turki raksasa di hari ke-19 aksi protes yang disebut Pawai Keadilan untuk menentang penahanan anggota parlemen partai Enis Berberoglu, dekat Izmit, Turki, Senin (3/7/2017).

POS KUPANG.COM - Ratusan ribu pendukung oposisi Turki pada Minggu waktu setempat memadati sebuah lapangan di Istanbul untuk menandai berakhirnya pawai hampir sebulan untuk memprotes tuduhan ketidakadilan di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan, sebuah tentangan langka terhadapnya.

Lautan manusia memenuhi lapangan pinggir pantai di Maltepe, Istanbul bagian Asia, untuk merayakan puncak "perjalanan 450 kilometer dari Ankara ke Istanbul yang dilakukan oleh pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu.

Demonstrasi tersebut sejauh ini merupakan aksi terbesar oposisi di Istanbul sejak demonstrasi Mei-Juni 2013 untuk menentang pemerintahan Erdogan.

Kilicdaroglu memulai perjalanan 25 harinya untuk memprotes penangkapan salah satu anggota parlemen dari partainya dan itu dengan cepat berkembang menjadi sebuah demonstrasi besar menentang dugaan ketidakadilan di bawah keadaan darurat yang diberlakukan menyusul kudeta gagal 15 Juli tahun lalu.

"Tidak boleh ada yang berpikir demonstrasi ini yang terakhir. Ini adalah langkah pertama," kata Kilicdaroglu kepada para peserta yang membalas perkataannya dengan berteriak "Keadilan!"

"Setiap orang harus tahu betul bahwa tanggal 9 Juli adalah langkah baru, sebuah sejarah baru... sebuah kelahiran baru," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Biasanya, hanya Erdogan yang mampu memobilisasi banyak orang dalam skala seperti itu dan dia pada masa lalu juga pernah menggelar pertemuan massal bagi para pendukungnya di daerah Maltepe.

"Pawai Gandhi"

Pejabat CHP mengatakan kepada AFP bahwa peserta aksi bisa sampai dua juta lebih namun itu tidak bisa segera dikonfirmasi.

Para pendukung membandingkan aksi Kilicdarogluoria (69) dengan pawai yang dilakukan oleh pemimpin kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, untuk menentang monopoli garam Inggris pada 1930.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved