Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Ende Harus Tunggu 7-16 Tahun, Inilah Penyebabnya

Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Muhamad Salam Daud SH mengatakan

Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Ende Harus Tunggu 7-16 Tahun, Inilah Penyebabnya
AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMY
ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE-- Jumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Ende masuk dalam daftar tunggu sebanyak 826 orang sehingga mereka harus menunggu 7 hingga 16 tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci.

Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Muhamad Salam Daud SH mengatakan hal itu pada pelaksanaan bimbingan manasik haji Kabupaten Ende, Senin (10/7/2017).

Dikatakannya, tahun 2017 jamaah calon haji Kabupaten Ende yang seharusnya berjumlah 52 orang menjadi 50 orang. Dua orang tidak bisa menjawab panggilan tersebut karena sakit dan terlambat melunasi keuangan PBIH.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan ibadah haji, salah satu syarat adalah isttithoah ( kemampuan). Artinya, calon jemaah haji harus memiliki kemampuan, baik kemampuan akan harta benda untuk menunaikan ibadah haji dan untuk keluarga yang ditinggalkan, maupun kemampuan fisik (sehat jasmani dan rohani ).

Di samping dua kemampuan tersebut, kemampuan lainnya juga memiliki peranan penting dalam melaksanakan ibadah haji adalah kesiapan ilmu pengetahuan akan ibadah haji, misalnya makna dan spiritualitas haji, tata cara (manasik).

Daud mengatakan, ilmu pengetahuan tentang ibadah haji ini, sangat penting artinya untuk kesempurnaan ibadah haji (sesuai syarat dan rukunnya )- dalam menggapai haji mabrur.

"Tentu saja, pengetahuan tersebut meliputi banyak hal, sejak proses pendaftaran, pembayaran BPIH, perlengkapan dokumen, pengetahuan sejarah haji, serta proses perjalanan dan makna ritual yang terkandung dalam ibadah haji. Pembimbingan dan pembinaan haji itulah yang disebut dengan bimbingan manasik haji," ujarnya.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved