Breaking News:

Pengacara Sebut Dodi Dima Korban Kriminalisasi Penyidik Polres Sumba Timur

Tidak ada transaksi jual beli antara Dodi dengan Marc seperti yang ditersangkakan kepada Dodi

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG/JOHN TAENA
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH. MH 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Penyidik Polres Sumba Timur menetapkan Lodweyk Dima Lulu alias Dodi sebagai tersangka kasus penipuan penjualan tanah di Lapori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Dodi dituduh menjual tanah milik istrinya Marience Libertina Rihi kepada Marc Mardhoce Benzimon, warga negara asing.

Kuasa hukum Dodi, Drs. Refafi Gah, SH, M.Pd mengatakan penetapan Dodi sebagai tersangka oleh polisi tidak mendasar, dan merupakan tindakan sewenang-wenang.

Kepada Pos Kupang di Kupang, Sabtu (8/7/2017), Refafi menjelaskan penetapan Dodi tersangka oleh polisi sesuai surat panggilan S.Pg/98/II/2017/Reskrim tanggal 14 Februari 2017.

Selanjutnya penangkapan tersangka Dodi oleh polisi sesuai surat perintah penangkapan SP.kap/40N/V/2017Reskrim tanggal 23 Mei 2017.

Kemudian perintah penahanan Dodi sesuai surat perintah penahanan nomor SP.Han/30/V/2017/Reskrim tanggal 24 Mei 2017. Dengan demikian terhitung tanggal 24 Mei hingga 13 Juni 2017 Dodi ditahan.

Refafi menegaskan kliennya tidak terlibat penjualan tanah. Menurutnya, yang menjual tanah adalah Marience Libertina Rihi, istri Dodi.

Marience menjual tanahnya bersertifikat nomor 02225 kepada Pepy Sedana, SE. Transaksi dilakukan didepan notaris Pau Djara Liwe, SH.

Menurutnya dengan keluarnya akta jual beli atas nama Pepy Sedana maka transaksi tersebut sah secara hukum dan pembayaran transaksi dilakukan oleh notaris kepada Marience.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved