Siapa Pembunuh Maria Fatima Kiik? Ini Penjelasan Kapolres Belu

Yandri Irsan enggan menjelaskan siapa dan berapa saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus itu

Siapa Pembunuh Maria Fatima Kiik? Ini Penjelasan Kapolres Belu
istimewa
KTP milik korban Maria Fatima Kiik 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Dua hari pasca ditemukannya mayat Maria Fatima Kiik, warga Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Polres Belu belum berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan mengatakan penyidik masih terus melakukan pendalaman.

"Masih kita dalami. Kalau calon pasti sudah ada tapi tersangkanya belum ada," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (8/7/2017).

Yandri Irsan enggan menjelaskan siapa dan berapa saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus itu. Dia menyebut sudah lebih dari satu saksi yang memberikan keterangan.

Mayat Maria Fatima Kiik ditemukan dalam posisi terlungkup di pinggir jalan, Km 8 jurusan Atambua-Atapupu, Jumat (7/7/2017) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan sebuah kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Maria Fatima Kiik, tempat lahir di Kotafoun 02/10/1998. Alamat yang tertera pada KTP tersebut adalah Desa Foho Eka, Kecamatan Nanaet Duabesi. Diduga KTP itu milik korban tersebut.

Selain KTP, juga ditemukan tas yang diduga milik korban dan dua lembar uang kertas masing-masing Rp 10.000 dan Rp 20.000. Pada tangan kiri korban terpasang jam tangan berwarna ungu.

Kapolsek Kakuluk Mesak, Iptu Ketut Setiasa mengatakan, lokasi penemuan mayat tersebut adalah wilayah Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Dia menjelaskan, mayat wanita muda itu pertama kali ditemukan oleh warga yang mencari pakan ternak. Warga yang menemukan jenasah ini lantas melaporkannya ke polisi.

Saat ditemukan korban mengenakan kaos biru dan celana panjang jeans warna biru tua. Korban tergeletak di pinggir jalan raya yang selama ini sudah tidak terpakai karena sudah ada jalan baru.

Korban diduga sudah meninggal dan berada di tempat itu lebih dari satu hari. Hal ini diketahui dari kondisi tubuh korban yang sudah mulai bengkak dan mengeluarkan bau. Wajah korban nyaris tak bisa dikenali. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved