Breaking News
Sabtu, 13 Juni 2026

Pesawat AirAsia X Berguncang Diikuti Suara Ledakan dari Mesin

Ini pengakuan penumpang terkait dengan goncangan yang dialami pesawat AirAsia yang terbang dari Australia

Tayang:
Editor: Marsel Ali
Kompas.com
Jalur penerbangan dari Brisbane menuju Kuala Lumpur 

POS KUPANG.COM, SYDNEY - Sebuah pesawat penumpang AirAsia X tujuan Malaysia, terpaksa kembali ke Australia sesaat setelah lepas landas, Senin malam (3/7/2017).

Pilihan itu dilakukan pilot setelah diduga terjadi serangan burung terhadap pesawat tersebut.

Insiden yang diberitakan AFP, Selasa (4/7/2017), menjadi peristiwa kedua yang terjadi dalam dua minggu terakhir.

Penumpang mengatakan, pesawat AirAsia X D7 207 itu berguncang dan diikuti suara ledakan dari mesin kanan, sesaat setelah lepas landas dari Gold Coast menuju Kuala Lumpur.

Penerbangan yang membawa 345 penumpang dan 14 awak tersebut dialihkan ke bandara Brisbane.

Pihak maskapai yang berkantor pusat di Malaysia itu mengatakan pesawat mendarat dengan selamat.

"Dua ekor burung ditemukan di landasan pacu," kata pihak maskapai dalam pernyataan tertulis.

Mereka menambahkan, mesin yang berada di kanan mengalami gangguan karena serangan burung tersebut.

"Kami mengikuti semua panduan peraturan untuk memastikan keselamatan para penumpang," ungkap AirAsia X Benyamin Ismail.

"Kami ingin memuji pilot dan anggota awak kami atas profesionalisme dan tindakan cepat mereka dan mendaratkan pesawat dengan aman di bandara Brisbane," ujarnya.

Maskapai Malaysia ini mengatakan kini sedang mengatur penerbangan khusus untuk membawa para penumpang ke Kuala Lumpur.

Salah satu penumpang, Calvin Boon mengaku melihat api masuk melalui mesin.

"Seluruh mesin meledak dan nyala api melaluinya, seperti film Resident Evil," kata Boon, seperti dikutip Australian Broadcasting Corporation.

Seorang penumpang lain, Tim Joga, mengatakan kepada The Sydney Morning Herald, pesawat tersebut mulai bergetar beberapa menit setelah lepas landas.

"Pesawat mulai bergoyang-goyang maka ada beberapa ledakan keras dan banyak cahaya," kata Joga.

"Aku bisa melihat cahaya jingga yang keluar dari jendela," kata dia.

Sebelumnya, penerbangan AirAsia lainnya dari Perth ke Kuala Lumpur mengalami masalah teknis sekitar 90 menit perjalanan pada hari Minggu, dan terpaksa kembali ke Australia,

Seorang penumpang mengatakan bahwa pesawat tersebut "gemetar seperti mesin cuci".

Maskapai ini mengalami insiden fatal pertamanya pada bulan Desember 2014.

Ketika itu pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 jatuh dalam cuaca buruk di Indonesia, yang menewaskan 162 orang di dalamnya.

Selanjutnya, terjadi dua tragedi Malaysia Airlines di tahun yang sama yang menyebabkan ratusan orang tewas.

Rangkaian insiden itu sempat menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pesawat-pesawat milik maskapai ini. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved