Terumbu Karang Rusak, Syahid tak Bisa Mencari Ikan

Syahid, warga Desa Satar Kampas, meminta pemerintah dan pihak kepolisian menyelamatkan terumbu karang di Pantai Utara Flores.

Terumbu Karang Rusak, Syahid tak Bisa Mencari Ikan
Kompas
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, BORONG - Syahid, warga Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), meminta pemerintah dan pihak kepolisian menyelamatkan terumbu karang di Pantai Utara (Pantura) Flores, Kecamatan Lamba Leda. Syahid mengaku banyak terumbu karang yang sudah rusak karena perilaku nelayan luar yang menangkap ikan memakai bom.

"Terumbu karang kami hancur. Ada yang tangkap ikan pakai bom. Karena terumbu karang rusak sehingga kami nelayan mau cari ikan di Lamba Leda tidak bisa. Kami cari ikan sampai Ngada dan Maumere. Tolong perhatikan terumbu karang kami dan patroli ke Lamba Leda," kata Syahid dari Desa Satar Kampas, Rabu (28/6/2017) pagi.

Syahid meminta pelaku perusak terumbu karang harus ditangkap agar ada efek jera. "Kalau dibiarkan anak cucu kami tidak bisa menikmati hasil laut karena semua hancur karena bom," kata Syahid.

Keluhan sama disampaikan Tahir, warga Desa Satar Kampas. Tahir meminta polisi melakukan patroli ke pesisir pantai Lamba Leda.

"Yang merusak terumbu karang itu nelayan luar. Karena itu kami minta polisi patroli ke Lamba Leda. Sekarang ini perambah laut juga merajalela di laut. Kalau dulu perambah hutan sekarang pindah ke laut," kata Tahir.

Kapolres Manggarai, AKBP Drs. Marselis Sarimin K, M.Pd telah memerintahkan Polair di Polres Manggarai untuk melakukan patroli.

"Kapal patroli sudah ada di Reo. Kalau ada nelayan mau bom ikan langsung kontak ke saya," kata Marselis.

Selain mengeluhkan terumbu karang rusak, air pasang di Pantai Utara (Pantura) Kecamatan Lamba Leda, juga masih mengancam pemukiman warga. "Kalau musim barat air lautnya naik sampai ke pemukiman warga. Kami harus mengungsi ke tempat yang tinggi," kata Tahir.

Tahir mengusulkan kepada pemerintah agar membangun penahan gelombang di sepanjang pantai itu.

Pantauan di pesisir Pantai Lamba Leda, pemukiman warga sangat dekat dengan pantai hanya berjarak 20 meter. Pemukiman warga yang berderetan di bibir pantai mulai banyak. Bahkan ada yang berbentuk bangunan semi permanen. (ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved