Petinju 20 Provinsi Tanding di Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017 di Kupang

even Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017 panitia mempertandingkan 17 kelas, yakni enam kelas kategori yunior boys, tujuh kelas kategori youth

Petinju 20 Provinsi Tanding di Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017 di Kupang
ferry ndoen
Ketua PB Pertina, Brigjen Johni Asadoma dan Ketua Pengprov Pertina NTT, Semuel Haning pose bersama panitia pelaksana Kejurnas Tinju Yunior dan Youth 2017, di Resto SubaSuka, Kupang, Kamis, (29/6/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Petinju dari 20 provinsi akan tampil bertanding di Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017 yang akan berlangsung di Kupang pada tanggal 1-7 Agustus 2017.

Dalam even Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017 panitia mempertandingkan 17 kelas, yakni enam kelas kategori yunior boys, tujuh kelas kategori youth boys serta lima kelas kategori youth girls.

Ketua Harian Pertina NTT, David Radja melaporkan persiapan teknis Kejurnas Tinju Yunior dan Youth tahun 2017, saat rapat lanjutan seksi dihadiri Ketua Umum PB Pertina, Brigjen Pol Johny Asadoma, Ketua Umum Panitia Pelaksana Kejurnas Yunior dan Youth tahun 2017, Semuel Haning, SH, MH, Sekretaris Pertina NTT, David Selan dan sejumlah panitia, Chris Mboeik, Max Oil (seksi pertandingan), dr. Chris Widodo, Ully Riwu Kaho, Elisabeth Haning, Darmanto Kise, Jacob Haning, Ali Arkiang, Merry Djagi. Rapat berlangsung, di Resto SubaSuka, Kupang, Kamis (29/7/2017).

"Panitia sudah menyusun juknis pertandingan. Pemeriksaaan kesehatan, penimbangan berat badan umum serta penarikan undian pada tanggal 31 Juli. Sedangkan penimbangan berat badan petinju dan pemeriksaan kesehatan petinju tanggal 1 Agustus 2017 sekaligus meeting wasit hakim. Dan sore hari pertandingan babak penyisihan. Babak final tanggal 6 Agustus 2017," jelas David Radja.

David juga menjelaskan, pertemuan tehnik tanggal 30 Juli 2017, di Swiss Bellin Kristal Hotel-Kupang.

"Persyaratan pertandingan lainnya bersifat baku mengacu peraturan AIBA. Setiap provinsi hanya mengikutsertakan maksimal 1 petinju untuk setiap kelas, dan peserta harus memiliki buku rekor (AIBA) disahkan Pengprov Pertina. Peserta harus menunjukan identitas diri berupa akta kelahiran atau ijazah. Yang tidak memenuhi persyaratan tidak diperkenankan mengikuti pertandingan," jelas David.

Dia memaparkan, petinju kategori yunior boys adalah usia 16 tahun atau kelahiran tahun 2001. Kategori youth boys dan youth girls usia 18 tahun. "Pertandingan menggunakan peraturan AIBA 2016 dengan durasi jumlah tiga ronde," pungkasnya.

Kejurnas Harus Meriah
Ketua Umum PB Pertina, Brigjen Polisi Johni Asadoma meminta panitia mengemas even Kejurnas Tinju Yunior dan Youth 2017 secara meriah.

"Selain membidik prestasi para petinju yunior namun jangan lupa unsur enterteimen even juga perlu diperhatikan. Hadirkan peserta lomba dance lokal, body constest untuk mengisi waktu jeda. Hal ini akan menarik lebih banyak penonton datang menyaksikan pertandingan tinju. Expose kejurnas tinju yunior baik di media cetak, online serta medsos, memanfaatkan baliho dan spanduk di lokasi strategis di Kota Kupang biar meriah," ujarnya.

Sementara pada sore hari, Ketum PB Pertina, Brigjen Polisi Johny Asadoma didampingi Ketua Pengprov Pertina NTT, Semuel Haning, SH, MH berkesempatan memantau pelaksanaan latihan petinju PPLP NTT di Sasana Pertina NTT, kompleks olahraga Oepoi-Kupang.

Brigjen Johni Asadoma pada kesempatan itu memberikan motivasi kepada petinju PPLP NTT agar berlatih penuh disiplin untuk meraih prestasi.

"Latihan tidak kenal lelah harus penuh disiplin. Pikiran juara harus melekat dalam diri setiap petinju. Harus miliki jiwa serta mental pemberani sebagai seorang petinju. Harus punya prinsip jika lawan makan nasi saya juga makan nasi. Saya harus lebih baik dari lawan di ring agar bisa mengalahkannya," pesan Brigjen Johni Asadoma. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved