Kamis, 23 April 2026

10 Hari dari Batam, Nurwati Untu Sedih Tidak Bisa Ikut Malam Takbiran di Kampung Halaman

Nurwati Untu bersama dua orang anaknya tidak kebagian tempat di KMP Ile Labalekan menuju Alor karena overload.

Penulis: Andri Atagoran | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/ANDRI ATAGORAN
Nurwati Untu sedang menunggu di lorong menuju kapal feri Pelabuhan Bolok Kupang, Sabtu (24/62017). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wajah Nurwati Untu (51) tampak sedih saat duduk di akses jalan menuju dermaga 1 & 2 Pelabuhan Bolok, Kupang, Sabtu (24/6/2017).

Ia bersama dua orang anaknya tidak kebagian tempat di KMP Ile Labalekan menuju Alor karena overload.

"Saya jauh-jauh dari Batam rela menunggu satu malam hanya untuk dapatkan tiket ke Alor. Saya sangat sedih kalau malam takbiran di tengah laut padahal kampung saya sudah dekat," kata Nurwati.

Ia menyesalkan kebijakan pihak PT ASDP Kupang karena tidak memprioritaskan calon penumpang muslim untuk lebih dahulu naik ke kapal.

"Katanya ada tambahan kapal, KMP Ranaka juga berangkat ke Alor, tapi jalannya sore hari pasti tiba di Alor sudah siang. Seharusnya mereka arahkan kami yang duluan naik," keluhnya.

Perjalanan Nurwati bersama anaknya dari Batam menuju Kupang menggunakan KM Umsini selama sepuluh hari.

"Padahal kami sudah senang dapat merayakan malam takbiran bersama keluarga. Saya sangat kecewa karena perjalanan dari Batam selama sepuluh hari," kata Nurwati.

Pantauan Pos Kupang H-1 menjelang lebaran, penumpang menuju Alor membludak. Penyeberangan ke Alor mendapat tambahan satu Fery yaitu KMP Ranaka. Hinggal pukul 15.30 Wita KMP Ranaka belum bersandar di Pelabuban Bolok. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved