Berita Timor Rote Sabu

Jenazah Mantan Dubes Asal Malaka Dimakamkan

Kedua orang tua Cornelis mendidiknya dengan keras. Soal pendidikkan menjadi hal yang utama.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak suasa ritual adat sebelum penyerahan jenazah Cornelis Teiseran diserahkan kepada Pemkab Malaka untuk dimakamkan. 

POS-KUPANG. COM, BETUN - Jenazah mantan Duta besar (Dubes) luar biasa berkuasa penuh untuk Kuba, Bahama dan Jamaika, Drs. Cornelis Foun Teiseran, Senin (19/6/2017) dimakamkan di pemakaman kerajaan Builaran.

Acara pemakaman diawali dengan perayaan ekaristi yang dihadiri ratusan pelayat. Usai perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan ritual adat sebelum diserahkan kepada Pemkab Malaka untuk dimakamkan.

Anak kedua Almarhum Cornelis Teiseran, Laurensius Teiseran mewakili keluarga mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pemulangan Jenazah Cornelis ke Builaran.

Laurensius juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Malaka bersama jajaran pimpinan OPD yang sudah berkenan hadir dalam acara pemakaman tersebut.

Laurensius meminta seluruh masyarakat Malaka untuk berkenan mendoakan arwah ayah tercinta agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Sang Pencipta.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua pelayat yang sudah hadir dalam acara pemakaman bapak. Saya mewakili keluarga meminta doa agar jalan bapak dimudakan untuk mendapatkan tempat di sisi Sang pencipta," ungkapnya sambil menahan air mata.

Diberitakan pos kupang sebelumnya, Mantan Duta besar (Dubes) luar biasa berkuasa penuh untuk Kuba, Bahama dan Jamaika, Drs. Cornelis Foun Teiseran meninggal dunia, Selasa (13/6/2017) kemarin diusianya yang ke-59 tahun.

Almarhum Cornelis diketahui sejak tahun 2012 hingga 2016 menjabat sebagai Dubes RI untuk Negara Republik Cuba merangkap Persemakmuran Bahamas dan Republik Jamaika yang berkedudukan di Havana.

Almarhum Cornelis lahir di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, pada 1 Januari 1958 silam.

Cornelis merupakan anak ke-8 dari 12 orang bersaudara dari pasangan Benyamin Teiseran dan Lusia Luruk Klau. Masa kecilnya dihabiskan di Desa Builaran bersama kedua orang tuanya dan ke-11 saudaranya.

Kedua orang tua Cornelis mendidiknya dengan keras. Soal pendidikkan menjadi hal yang utama. Cornelis menamatkan sekolah dasar hingga menengaj atas di sekolah Katolik.

Cornelis kecil menamatkan pendidikan sekolah dasar pada SDK Builaran. Usai menamatkan sekolah dasar, Cornelis kecil lalu melanjutkan sekolahnya ke SMPK Sabar Subur Betun.

Usai tamat, Cornelis lalu melanjutkan pendidikkanya ke SMAK Surya, Atambua yang merupakan sekolah terbaik untuk pulau timor saat itu.

Usai menamatkan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas, Cornelis kecil lalu merantau ke jawa untuk melanjutkan pendidikkannya ke bangku perguruan tinggi di UGM, Jogyakarta.

Cornlis melepas masa lajangnya dengan menikahi Lucia Cornelis dan dianugrahi tiga orang anak yaitu, Antonius Arief Teiseran (almrhm), Laurensius Teiseran, SE dan Leander Teiseran, S.sos HI.

Cornelis diketahui mengawali Karir diplomatik di Kementerian Luar Negeri RI sejak tahun 1989. Cornelis meninggal dunia di Jakarta diduga akibat penyakit mag kronis dan batuk.(*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved