Hampir Tabrakan Dengan Garuda, Ini Penjelasan Sriwijaya Air

Manajemen Sriwijaya Air Group angkat bicara mengenai kejadian dua pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sendiri yang hampir bertabrakan di Bandar

Hampir Tabrakan Dengan Garuda, Ini Penjelasan Sriwijaya Air
Net
Sriwijaya Air

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Manajemen Sriwijaya Air Group angkat bicara mengenai kejadian dua pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sendiri yang hampir bertabrakan di Bandara Soekarno-Hatta. 

Menurut Sriwijaya Air, kejadian batal lepas landasnya penerbangan SJ580 dengan rute Jakarta-Makassar, lebih disebabkan karena adanya kerusakan di pesawat tersebut. 

"Tindakan captain pilot tidak melanjutkan terbang karena ada warning indikator light di pesawat. Jadi captain melakukan perbaikan dulu," ujar Corporate Sriwijaya Air Agus Sujono, kepada Kompas.com, Senin (19/6/2017). 

Maskapai Sriwijaya Air.(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)
Maskapai Sriwijaya Air.(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA) ()

Meski demikian, tutur Agus, perbaikan ini tidak memakan waktu lama, yang kemudian pilot langsung melakukan lepas landas. Namun, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kerusakan pesawat yang dialami.

"Ketika warning tersebut, maka diputuskan untuk perbaikan. Setelah dinyatakan servicable baru terbang lagi. Dalam hal ini, kami selalu melakukan evaluasi perbaikan," tutur dia.

Sebelumnya, beredar kabar melalui grup WhatsApp bahwa pesawat Garuda Indonesia GA 425 dari Denpasar menuju Jakarta sempat akan bertabrakan dengan pesawat lainnya saat pesawat tersebut akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu malam (18/6/2017).

Ilustrasi: Petugas AirNav memantau pergerakan pesawat (KOMPAS.com/HENDRA CIPTO)
Ilustrasi: Petugas AirNav memantau pergerakan pesawat (KOMPAS.com/HENDRA CIPTO) ()

Seperti yang dituliskan oleh salah seorang penumpang Garuda melalui pesannya, Louisa Tuhatu, bahwa saat pesawat tersebut akan landing, tiba-tiba pilot membatalkan pendaratan. Padahal saat itu roda pesawat sudah keluar.

Menanggapi kabar tersebut, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia membenarkan adanya kejadian pesawat Garuda Indonesia yang tidak jadi mendarat (go around) di Bandara Soekarno-Hatta itu.

Corporate Secretary AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo mengatakan, go around pesawat GA 425 terjadi pada saat ingin melakukan pendaratan di landasan pacu 25R Bandara Soekarno-Hatta. Go around, terang Didiet, terjadi pada pukul 22.16.

"Benar ada go around pada jam 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. Go around dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar yang harusnya take off tapi kemudian batal karena alasan teknikal," ujar Didiet, dalam keterangannya. (Achmad Fauzi)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved