Mantan Dubes Asal Malaka Berpulang

Mantan Duta besar (Dubes) luar biasa berkuasa penuh untuk Kuba, Bahama dan Jamaika, Drs. Cornelis Foun Teiseran meninggal dunia, Selasa (13/6/2017) ke

Penulis: Dion Kota | Editor: Alfred Dama
Ist
Mantan Duta besar (Dubes) luar biasa berkuasa penuh untuk Kuba, Bahama dan Jamaika, Drs. Cornelis Foun Teiseran 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN -- Mantan Duta besar (Dubes) luar biasa berkuasa penuh untuk Kuba, Bahama dan Jamaika, Drs. Cornelis Foun Teiseran meninggal dunia, Selasa (13/6/2017) kemarin diusianya yang ke-59 tahun.

Almarhum Cornelis diketahui sejak tahun 2012 hingga 2016 menjabat sebagai Dubes RI untuk Negara Republik Cuba merangkap Persemakmuran Bahamas dan Republik Jamaika yang berkedudukan di Havana.

Almarhum Cornelis lahir di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, pada 1 Januari 1958 silam. Cornelis merupakan anak ke-8 dari 12 orang bersaudara dari pasangan Benyamin Teiseran dan Lusia Luruk Klau.

Masa kecilnya dihabiskan di Desa Builaran bersama kedua orang tuanya dan ke-11 saudaranya. Kedua orang tua Cornelis mendidiknya dengan keras. Soal pendidikkan menjadi hal yang utama. Cornelis menamatkan sekolah dasar hingga menengaj atas di sekolah Katolik.

Cornelis kecil menamatkan pendidikan sekolah dasar pada SDK Builaran. Usai menamatkan sekolah dasar, Cornelis kecil lalu melanjutkan sekolahnya ke SMPK Sabar Subur Betun.

Usai tamat, Cornelis lalu melanjutkan pendidikkanya ke SMAK Surya, Atambua yang merupakan sekolah terbaik untuk Pulau Timor saat itu.

Usai menamatkan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas, Cornelis kecil lalu merantau ke jawa untuk melanjutkan pendidikkannya ke bangku perguruan tinggi di UGM, Jogyakarta.

Cornlis melepas masa lajangnya dengan menikahi Lucia Cornelis dan dianugrahi tiga orang anak yaitu, Antonius Arief Teiseran (almrhm), Laurensius Teiseran, SE dan Leander Teiseran, S.sos HI.

Cornelis diketahui mengawali Karir diplomatik di Kementerian Luar Negeri RI sejak tahun 1989. Cornelis meninggal dunia di Jakarta diduga akibat penyakit mag kronis dan batuk.

Keponakan kandung almarhum, Adhi Teiseran kepada pos kupang, Rabu (14/6/2017) menceritakan, penyakit mag dan batuk almarhum mulai kambuh sejak pekan lalu. Cornelis pun sempat dibawa ke rumah sakit untuk diopname selama lima hari di RS.

Pada Selasa (13/62017) kemarin keadaan cornelis semakin drop hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 17:00 WIB.

" Saat ini jenazah Almarhum disemayamkan dikediamannya di Pondok Gede, Bekasi. Sesuai dengan amat beliu sebelum meninggal, beliu ingin dimakamkan di kampung halamannya di desa Builaran. Oleh sebab itu, saat ini keluarga sedang membahas terkait pemulangan Jenazah almarhum ke Malaka untuk dimakamkan," ujar Adhi.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved