Mempermudah Akses Biaya ke Bank

Sambut Jamkrindo Kupang Lakukan Pemeringkatan, Apindo 'Sekolahkan' UMKM NTT agar Naik Kelas

Ketika banyak pelaku UMKM sudah bankable, lembaga keuangan akan semakin percaya dan mudah menyalurkan kredit.

Sambut Jamkrindo Kupang Lakukan Pemeringkatan, Apindo 'Sekolahkan' UMKM NTT agar Naik Kelas
ISTIMEWA
TENUN IKAT NTT--Memproduksi tenun ikat dengan aneka motif merupakan bisnis yang paling banyak digeluti oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di NTT. Selain dijual dalam bentuk kain, tenun ikat NTT juga banyak dimodifikasi untuk busana pria dan wanita sebagaimana diperagakan.

"Ketika banyak pelaku UMKM sudah bankable, lembaga keuangan akan semakin percaya dan mudah menyalurkan kredit, apalagi adanya penjaminan dari Jamkrindo." 

Andry Septianto (Kepala Perum Jamkrindo Cabang Kupang)

POS KUPANG.COM, KUPANG-Rapat kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat di Kupang, Senin (27/2/2017) lalu, memunculkan optimisme. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi bertumbuh siginifikan di negeri Flobamorata yang dijuluki kering dan tandus.

Di penghujung tahun 2016 lalu, terdata jumlah pelaku UMKM di NTT sebanyak 103.707 orang, terdiri dari 76.668 pelaku usaha mikro, 24.936 pelaku usaha kecil dan 2.103 pelaku usaha menengah. Dan, otoritas jasa keuangan (OJK) mencatat pada tahun 2016, pertumbuhan kredit UMKM di NTT 19,3 persen.

Sementara jumlah koperasi, data per 31 Desember 2016, menyebutkan 4.059 koperasi, 33 di antaranya merupakan koperasi primer/sekunder tingkat provinsi. Jumlah anggota koperasi mencapai 997.050 orang, laki-laki sebanyak 580.224 dan 416.826 orang perempuan. Kontribusi sektor koperasi terhadap APBD NTT tahun 2016 sebesar Rp 116.275.000 dari target sebesar Rp 100 juta.

Koperasi-koperasi ini dinakhodai 12.674 orang pengurus, menjangkau 10.062 orang tenaga kerja, manajer sebanyak 1.465 orang dan 8.597 karyawan. Upah yang diberikan rata-rata sudah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).

Kepala Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Cabang Kupang, Andry Septianto, tidak tinggal diam menyikapi berkembangnya UMKM dan koperasi di NTT. Dia melukiskan keberadaan UMKM di NTT sebagai mitra maupun sebagai 'proyek' besar yang harus digarap agar bisnis penjaminan semakin laris manis.

Tak sekadar berobsesi, Andry mulai mengumpulkan data base UMKM di NTT untuk melakukan pemeringkatan usaha agar lebih sempurna dan memudahkan menindaklanjuti pengembangan atau intervensi.

Menuntaskan pekerjaan raksasa ini, Andry menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, selain sejumlah stakeholder seperti perguruan tinggi. Pemeringkatan usaha ini sebagai kepedulian Jamkrindo agar pelaku UMKM di NTT bisa bankable, kendati secara kelayakan usaha sudah feasible.

"Ketika banyak pelaku UMKM sudah bankable, lembaga keuangan akan semakin percaya dan mudah menyalurkan kredit, apalagi adanya penjaminan dari Jamkrindo," terang Andry di Kupang, Selasa (23/5/2017) lalu.

Halaman
123
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved