Jumat, 10 April 2026

Pesan Kapolres Lembata kepada Para Nakhoda Kapal: Jangan Angkut yang Lain-lain

Kalau angkut beras, ya beras saja. Kalau angkut juga barang-barang lain (barang ilegal, Red), maka kami akan mengambil tindakan tegas.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Kapolres Lembata, AKBP Arsdo Simatupang saat berada di atas Kapal Madani-Makassar yang sedang berlabuh di Pelabuhan Lewoleba, Kamis (8/6/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG. COM, LEWOLEBAKapolres Lembata, AKBP Arsdo Simatupang memberikan pesan kepada para nakhoda kapal dagang yang mengangkut beras dari Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata.

“Kalau angkut beras, ya beras saja. Jangan angkut yang lain-lain. Kalau angkut juga barang-barang lain (barang ilegal, Red), maka kami akan mengambil tindakan tegas.”

Pesan Kapolres Simatupang itu disampaikan kepada para nakhoda dan ABK kapal-kapal pengangkut beras di Pelabuhan Lewoleba, Kamis (8/6/2017). Saat itu Kapolres Simatupang memeriksa muatan Kapal Madani yang mengangkut sekitar 80 ton beras.

Kapal-kapal pengangkut beras itu sudah beberapa pekan berlabuh di Pelabuhan Lewoleba. Selama di Lewoleba, nakhoda bersama anak buah kapal (ABK) tersebut melayani seluruh permintaan pembelian beras baik dari pengusaha toko, kios maupun masyarakat.

Selain mengingatkan nakhoda dan ABK akan hal tersebut, Kapolres Simatupang juga menanyakan soal volume muatan kapal pengangkut beras tersebut. Ia meminta awak kapal agar jangan memuat barang melebihi kapasitas kapal.

Dalam dialog dengan awak kapal itu, Simatupang menyinggung pula mengenai barang-barang yang diangkut dari Pelabuhan Lewoleba-Lembata, untuk dibawa ke Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Saat datang dari Makassar, kapal ini mengangkut beras. Setelah beras terjual seluruhnya, apa yang kalian angkut dari pelabuhan ini (Lewoleba) ke Makassar?” tanya Kapolres Simatupang.

Mendengar pertanyaan tersebut, nakhoda PLM Madani, Edy Efendi, mengatakan, biasanya mereka mengangkut kacang tanah, asam dan rumput laut. Kacang itu biasanya dibeli dari petani di sejumlah desa di Kecamatan Ile Ape.

Sedangkan komoditi asam dari berbagai desa. Kalau rumput laut, lanjut Efendi, biasanya diperoleh dari pengumpul rumput laut di Loang (Kecamatan Nagawutun).

Di Lembata, beberapa desa di pesisir Kecamatan Nagawutun, seperti Babukerong, Baobolak dan desa lainnya merupakan penghasil rumput laut.

Untuk komoditi kacang tanah, lanjut Efendi, volume angkutnya bervariasi. Kadang 10 ton, adakalanya lebih dari 10 ton. Tapi ada juga tak lebih dari 10 ton. Demikian pula asam dan rumput laut.

Mengenai komoditi lain seperti kemiri, kopra, kakao atau pun jambu mete, Efendi mengatakan, komoditi seperti itu umumnya diangkut dengan kapal dagang tujuan Lewoleba-Surabaya.

“Untuk komoditi semacam itu, biasanya diangkut untuk tujuan Surabaya. Kalau ke Makassar, kebanyakan kacang tanah, asam, juga rumput laut,” ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved