Polisi Periang Tembak Kepalanya Sendiri, Peluru Tembus dari Kepala Bagian Kanan dan Keluar di Kiri

Dorrrr...! Letusan senjata api nyaring melengking. Bersamaan dengan itu, terdengar rintihan kesakitan. Menyadari sumber rintihan itu datang dari kamar

Polisi Periang Tembak Kepalanya Sendiri, Peluru Tembus dari Kepala Bagian Kanan dan Keluar di Kiri
Net
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Dorrrr...! Letusan senjata api nyaring melengking. Bersamaan dengan itu, terdengar rintihan kesakitan. Menyadari sumber rintihan itu datang dari kamar tidur yang baru ditempati suaminya Aiptu Fransisco de Araujo, spontan Martina de Araujo berteriak, "Tolongggg...."

Suasana di atas tercipta di rumah Aiptu Fransisco de Araujo, anggota Polres Kupang Kota di RT 28/RW 09 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kupang, Selasa (6/6/2017) sekira pukul 07.30 Wita. Polisi periang itu diduga berniat bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

Putri de Araujo (13), anak kedua pasangan Fransisco (43) dan Martina (38) menceritakan situasi tersebut saat ditemui Selasa siang. Saat pintu kamar tidur utama didobrak dan terbuka, bersama polisi mereka mendapati ayahnya Fransisco tergeletak di tempat tidur dengan kondisi bersimbah darah.

Darah mengucur dari bagian kepala yang terluka. Sementara senjata jenis revolver ditemukan di lantai, tidak jauh dari korban. Kondisi Fransisco kritis sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang untuk mendapatkan pertolongan. Setelah dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Fransisco dipindahkan ke kamar operasi.

Fransisco adalah polisi dengan NRP 74110545, bertugas di Polres Kupang Kota. Berpangkat Aiptu, Fransisco menempati jabatan Pejabat Sementara (PS) Kepala Unit (Kanit) Pengamanan Objek Vital (Pamovit) Polres Kupang Kota.

Pria ini diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya
menggunakan senjata api jenis revolver yang dimilikinya. Fransisco mengarahkan ujung revolver ke kepala, di atas telinga kanan. Setelah tegger (pelatuk) ditarik, seketika timah panas menembusi kepalanya, persis di bagian belakang telinga kiri.

Aiptu Fransisco Araujo
Aiptu Fransisco Araujo ()

Putri yang baru tamat SMP menuturkan, saat kejadian dia bersama kakaknya Mebiana (18) dan ibunya berada di ruang keluarga. Ayahnya ada di kamar tidur utama. Mereka tidak bisa mencegah perbuatan ayahnya karena sang ayah mengunci pintu kamar dari dalam. "Mama sempat teriak minta tolong, tapi tidak ada yang datang tolong sehingga mama telepon mama punya mama," tutur Putri. Ia menambahkan, beberapa saat kemudian datang polisi lalu mendobrak pintu kamar.

Bersikap Normal
Putri mengatakan, ayahnya tidak memperlihatkan keanehan bersikap saat berada di rumah. Fransisco bersikap normal sebagaimana hari-hari sebelumnya. "Bangun pagi, bapak masih sempat antar adik Fadli (9) ke sekolah. Pulang dari SD Oeba 1, bapak langsung masuk kamar," ujar Putri.

Putri sempat mendatangi kamar orangtuanya. Berdiri di depan pintu, Putri minta pinjam handphone (Hp) ayahnya. Fransisco tidak langsung memenuhi permintaan anaknya. "Bapak bilang tunggu karena sedang ganti baju," tuturnya.

Putri juga mengungkapkan, hubungan ayah dan ibunya baik-baik saja. Pada Senin (5/6/2017) malam, mereka sekeluarga masih bercengkrama. "Tidak ada hal yang aneh. Kami juga tidak ada firasat apa-apa," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved