Kunjungi Atambua 1975, Gubernur NTT El Tari Menyebut Istilah "Aku Mau" Ini Maksudnya

ternyata istilah Aku Mau itu singkatan Atambua-Kupang dan Maumere. Gubernur El Tari ini sejak tahun 1975 sudah menginginkan agar tiga ibukota kabupat

Kunjungi Atambua 1975, Gubernur NTT El Tari Menyebut Istilah
POS KUPANG/EDY BAU
Sesepuh Belu,Jos A.Dias-- 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA-Sekitar tahun 1975, Gubernur NTT saat itu Elias Tari yang populer dengan dengan sebutan El Tari melakukan kunjungan ke Atambua, Ibukota Atambua.

Kunjungan El Tari saat itu berkenaan dengan gejolak di Timor-timur yang berdampak pada adanya eksodus ke Atambua. Dan Kabupaten Belu dipimpin Bupati Markus Didoek.

Mantan Camat Kota Atambua pertama, Jos A. Dias (84) yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Sabtu (3/6/2017) mengatakan, Gubernur El Tari adalah gubernur yang suka atau sering membuat akronim-akronim yang terkenal saat ini misalnya akronim Flobamora untuk menyebut Flores, Sumba, Timor dan Alor, Tirosa (Timor, Rote, Sabu).

Dan pada saat kunjungan kerja itu, kata Jos, Gubernur El Tari mengungkapkan impiannya dengan menyebut kata Aku Mau. Istilah ini sempat membuat bingung Bupati Belu saat itu, Markus Didoek yang kemudian menanyakan langsung apa maksudnya.

"Jadi waktu itu Bupati Markus Didoek bingung dan bertanya Aku Mau itu apa? Ternyata Aku Mau itu sebuah singkatan," kisah Jos Dias semberi tertawa.

Menurut Jos Dias, ternyata istilah Aku Mau itu singkatan Atambua-Kupang dan Maumere. Gubernur El Tari ini sejak tahun 1975 sudah menginginkan agar tiga ibukota kabupaten ini diperjuangkan menjadi kotamadya. Dalam perjalanannya, impian ini tidak berjalan mulus. Dan yang terwujud hanyalah Kota Kupang dan Maumere yang sedang dalam proses.

Sedangkan Atambua hingga kini belum terdengar apapun. "Pak El Tari waktu itu inginkan agar Atambua-Kupang dan Maumere segera jadi kota madya. Dan kita juga senang apalagi saat itu ada pergolakan di Timor-timur sehingga peluangnya makin besar," ujarnya.

Namun setelah itu, Bupati Belu Markus Didoek sakit keras lalu meninggal dunia dan digantikan oleh Da Gomes sebagai Bupati Belu pada tahun 1976. Ada harapan agar perjuangan menuju Atambua Kota Madya itu diteruskan tapi ternyata lain.

"Waktu beliau pak Da Gomes datang, Pak Blasius Manek dan kami beberapa tokoh lain menghadap Pak Da Gomes. Kami katakan bahwa Pak El Tari sudah datang menegaskan bahwa ada tiga ibukota kabupaten di NTT yang harus menjadi kota madya dan tiga kota itu dinamakan Akumau yakni Atambua-Kupang dan Maumere jadi kami minta bupati Da Gomes tolong mulai sekarang bantu memperjuangkan," ungkap Jos Dias.

Namun ternyata jawaban Bupati Da Gomes di luar dugaan. "Terus pak Da Gomes bilang, bapak-bapak sekalian saya minta maaf jadi kalau dikatakan Akumau itu Atambua-Kupang-Maumere (hahaha saya catat itu) saya inikan orang Maumere bagaimana orang Maumere yang datang buat agar Atambua lebih dahulu jadi kota madya,"

Sejak saat itu, perjuangan untuk menjadikan Kota Atambua sebagai kotamadya tidak terdengar lagi sampai saat ini. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved