Taliban Ancam Balas Dendam ke Pemerintah Afghanistan

Ledakan pada Rabu (31/5), bertepatan di bulan suci Ramadhan, melanda jalan yang ramai dengan orang-orang dalam perjalanan ke sekolah dan bekerja

Taliban Ancam Balas Dendam ke Pemerintah Afghanistan
Fox News
Pasukan kemiliteran Pakistan memenuhi pangkalan AU di Peshawar, Pakistan, setelah militan Taliban melakukan serangan di sebuah masjid dalam kompleks pangkalan itu dan menewaskan sejumlah jemaah yang sedang melakukan ibadah salat, Jumat (18/9/2015). (Fox News) 

POS KUPANG.COM - Taliban mengancam melakukan aksi balas dendam kepada Pemerintah Afghanistan atas tindakan keras yang akan diambil terhadap para tahanan anggota kelompok itu setelah tersiar laporan bahwa Presiden Ashraf Ghani akan memerintahkan eksekusi 11 orang militan yang sudah dalam daftar hukuman mati.

Laporan eksekusi itu beredar dan tindakan akan dilakukan sebagai balas dendam, setelah serangan bom truk di Kabul.

Pemerintahan Ghani, yang terbelah dan rapuh, mendapat tekanan karena kegagalannya menyediakan keamanan menyusul serangkaian serangan-serangan yang telah merenggut ratusan jiwa baik di pihak tentara maupun warga sipil tahun ini.

Ledakan pada Rabu (31/5), bertepatan di bulan suci Ramadhan, melanda jalan yang ramai dengan orang-orang dalam perjalanan ke sekolah dan bekerja pada pagi hari di Kota Kabul.

Ratusan orang menderita cedera akibat ledakan tersebu, yang lokasinya berdekatan dengan Kedutaan Besar Jerman dan termasuk daerah ramai di pusat Kota Kabul.

Serangan itu dilaporkan Reuters sebagai hal paling akhir dan terburuk sejak kampanye militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan Amerika Serikat (AS) menggulingkan Taliban pada 2001.

Salim Rasouli, kepala rumah sakit di Kabul, mengatakan 80 orang meninggal dan 461 orang luka-luka.

Mereka dibawa ke berbagai rumah sakit di kota itu untuk mendapat perawatan dan sedikitnya 10 orang lagi diketahui hilang dan diyakini tewas, dengan para anggota keluarga mereka masih mencari di kamar-kamar mayat dan rumah-rumah sakit lebih 24 jam setelah ledakan tersebut.

Ghulam Sakhi, seorang pembuat sepatu yang tokonya dekat dengan tempat kejadian, bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi.

"Orang-orang keluar rumah untuk mengambil roti bagi anak-anak mereka dan kemudian pada sore hari, jasad mereka dikirim pulang ke keluarga," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved