Tim Buser Polres Belu Temukan 2,5 Ton Mitan di Rumah Warga Perbatasan RI-RDTL

Setelah pada Sabtu (27/5/2017) sore Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan bersama anggota berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 10 ton Bahan Bakar Min

Tim Buser Polres Belu Temukan 2,5 Ton Mitan di Rumah Warga Perbatasan RI-RDTL
POS KUPANG/EDY BAU
Wakapolres Belu, Kompol Okto Wadu Ere menyaksikan anggotanya menurunkan BBM yang diamankan dari kendaraan di Mapolres Belu, Selasa (30/5/2017) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Setelah pada Sabtu (27/5/2017) sore Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan bersama anggota berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 10 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis bensin dan minyak tanah ke Timor Leste, kini giliran Wakapolres Belu Kompol Okto Wadu Ere bersama tim buser (buru sergap) beraksi.

Pada Selasa (30/5/2017) sore, aparat kepolisian berhasil mengamankan 2,5 ton BBM jenis solar dan minyak tanah yang ditimbun di rumah warga di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim). Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan sekitar 500 liter BBM jenis minyak tanah yang diangkut secara illegal dari Halilulik menuju Timor Tengah Utara (TTU).

Wakapolres Belu, Kompol Okto Wadu Ere kepada wartawan di Mapolres Belu, Selasa (30/5/2017) malam mengatakan, pada hari itu, polisi berhasil mengamankan sekitar tiga ton BBM yang diangkut maupun ditimbun secara illegal pada tempat yang berbeda. Kini, BBM beserta satu unit kendaraaan yang diamankan itu sudah diamankan di Mapolres Belu untuk diproses lebih lanjut.

Dikatakannya, operasi yang dilakukan itu dalam rangka operasi penyakit masyarakat (pekat) untuk memberikan keamanan, kenyamanan dan kestabilan harga.

"Kami lakukan operasi dan hari ini bersama tim buser lakukan operasi di dua tempat. Dapat satu di jalan menuju perbatasan sekitar setengah ton. Dapat lagi di dua rumah warga yakni 2,5 ton BBM jadi totalnya tiga ton jenis Solar dan minyak tanah. Diduga akan dibawa ke Timor Leste karena ada informasi di Timor Leste harga minyak tanah lebih mahal sekitar 1 dolar lebih sementara di Atambua hanya Rp 4.500 sampai Rp 5.000 per liter," jelasnya.

Lebih lanjut, Kompol Okto Wadu Ere meminta masyarakat mendukung langkah kepolisian untuk memberantas tindakan illegal di perbatasan RI-RDTL.

"Kami mohon partisipasi masyarakat unttuk memberikan informasi dan kepada masyarakat yang mengangkut BBM secara illegal maupun menimbun BBM secara illegal agar berhenti. Soal pelaku, yang kami tangkap ini ada tapi lari. Saya sudah koordinasi dengan kades silawan agar besok menyerahkan diri. Kita ambil keterangan dan tidak ada tolerir," tegasnya.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved