Jamkrindo Bidik Penjaminan Kredit Rp 5,8 Triliun di NTT, Ini Tantangan untuk Andry Septianto

Kontribusi terbesar akan didapatkan dari non-KUR, pasalnya sudah banyak pelaku usaha di Kupang dan NTT yang mengerti tentang fungsi penjaminan.

Jamkrindo Bidik Penjaminan Kredit Rp 5,8 Triliun di NTT, Ini Tantangan untuk Andry Septianto
ISTIMEWA
Andry Septianto (tengah)

* Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

KUPANG, POS KUPANG.COM, Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Kantor Cabang Kupang menargetkan jaminan kredit sebesar Rp 5,8 triliun pada 2017. Fokus utama penjaminannya menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Andry Septianto, Kepala Kantor Jamkrindo Cabang Kupang, menyebut target penjaminan kredit tersebut akan didapatkan dari penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) 40 persen, sisanya 60 persen datri non-KUR.

"Kontribusi terbesar akan didapatkan dari non-KUR, pasalnya sudah banyak pelaku usaha di Kupang dan NTT yang mengerti tentang fungsi penjaminan," ujar Andry di kantornya, Selasa (23/5/2017).

"Target kami ini bersifat konservatif. Melihat lini usaha baru kami, yakni Sistem Resi Gudang (SRG) di Kupang, belum bisa dijalankan. Di Kupang, gudang yang terdata hanya satu, padahal banyak gudang-gudang kosong yang dialihfungsikan. Meski demikian, kami akan terus sosialisasi, meski itu porsinya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)," ujar Andry.

Sistem Resi Gudang, diakui Andry, merupakan salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh para petani, kelompok tani, gapoktan, koperasi tani maupun pelaku usaha (pedagang, prosesor, pabrikan) di NTT sebagai suatu instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan karena dapat menyediakan akses kredit bagi dunia usaha dengan jaminan barang (komoditi) yang disimpan di gudang.

"Barang-barang di dalam gudang (komoditi) akan dijamin berupa sertifikat dan bisa dipakai sebagai agunan untuk mendapatkan kredit di bank. SRG ini menjadi pola bisnis yang menjanjikan karena SRG mengintegrasikan dari hulu sampai hilir. Usaha ini belum dilirik di NTT, padahal dampak finansialnya besar," terang Andry. *

Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved