Jenazah Seorang WNI Tertahan di Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur-Malaysia, Ini Alasannya

Jenazah seorang WNI, Leo Perdana (30) tertahan di Rumah Sakit di Kuala Lumpur, Malaysia selama tiga hari sejak Jumat (26/5/2017).

Jenazah Seorang WNI Tertahan di Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur-Malaysia,  Ini Alasannya
ilustrasi
Jenazah Ilustrasi 

POS KUPANG. COM, PEKANBARU - Jenazah seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Leo Perdana (30) tertahan di Rumah Sakit di Kuala Lumpur, Malaysia selama tiga hari sejak Jumat (26/5/2017) akhir pekan lalu.

Leo merupakan warga Pekanbaru, dan bekerja di Malaysia sebagai asisten chef. Ia didiagnosa sakit infeksi paru-paru akut, dan dirawat di General Hospital (RSU) Kuala Lumpur.

"Beliau ini warga Jalan Nelayan Pekanbaru, alumnus SMA 1 Pekanbaru. Karena kondisi ekonomi, jenazahnya belum bisa diambil dari rumah sakit," ungkap kerabat korban sesama alumni SMA Negeri 1 Pekanbaru, Angga Aldilla, kepada Tribun, Minggu (28/5/2017) malam.

Besarnya tunggakan biaya pengobatan sekitar Rp 34 Juta. Keluarga dan kerabat telah mengumpulkan dana Rp 5,3 Juta.

"Kami meminta bantuan kerabat dan masyarakat Pekanbaru agar bisa memberi keringanan, sehingga jenazahnya bisa dikeluarkan dari rumah sakit untuk selanjutnya dikebumikan," paparnya.

Masyarakat yang ingin membantu meringankan beban keluarga bisa langsung menghubungi Rindu Faradisa (0852-0000-2388) atau Qory Ascosenda (0812-7110-1085). Masyarakat juga dapat mendonasikan sumbangan bantuan ke Rekening BCA : 0340098013 Atas nama Rindu faradisa, dan Rekening Bank Mandiri,108-00-0571803-7 Atas nama Qori Ascosenda. (tribunpekanbaru.com)

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved