Ilusionis AS Tommy Arthur, Terpidana Mati yang Lolos dari 7 Jadwal Eksekusi

Sudah enam kali dia mengundang keluarganya untuk pertemuan terakhir tetapi setiap kali eksekusi batal dilakukan.

Ilusionis AS Tommy Arthur, Terpidana Mati yang Lolos dari 7 Jadwal Eksekusi
(Alabama Department of Corrections / AFP)
Tommy Arthur, terpidana mati sejak 1983 

Berulangnya pembatalan eksekusi membuat berang kelompok pendukung dan penentang hukuman mati.

Para penentang menilai terus menerus batalkan eksekusi menjadi sebuah hukuman psikologis tersendiri bagi Arthur.

Sementara para pendukung hukuman mati geram karena kuasa hukum Arthur terus mencari celah dalam sistem hukum untuk menyelamatkan klien mereka.

"Tommy Arthur adalah seorang ahli 'meloloskan diri'," kata Janette Grantham, direktur kelompok advokasi Victims of Crime dan Leniency (VOCAL).

"Dia menggunakan berbagai cara yang ada dalam aturan untuk memanipulasi pengadilan selama 34 tahun terakhir," kata Janette.

"Dia menggunakan berbagai trik yang dimungkinkan untuk memanipulasi publik agar percaya bahwa dia tak bersalah," tambah dia.

"Saya harap, trik sang Houdini segera kosong dan akhirnya dia terjatuh. Tak ada lagi Houdini," lanjut Janette.

Pengadilan menyatakan Arthur bersalah karena bersekongkol dengan kekasihnya saat itu Judy Wicker untuk membunuh sang suami Troy sehingga perempuan itu bisa mencairkan uang asuransi sang suami.

Judy dituduh membayar Arthur 10.000 dolar AS atau dengan kurs saat ini mencapai sekitar Rp 130 juta untuk membunuh Troy Wicker.

Sebelum kasus ini, Arthur pernah mendekam selama lima tahun setelah membunuh adik iparnya pada 1977 dan baru saja dibebaskan.

Halaman
123
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved