Diberitakan Kondisi Kantor Karantina Pertanian Motaain Ibarat Rumah Hantu, Samuel Radja Ngambek

Kepala Pos Karantina Pertanian Motaain, Kabupaten Belu, Samuel O. Radja ngambek alias marah dan tak mau berkomentar saat dikonfirmasi terkait kondisi

Diberitakan Kondisi Kantor Karantina Pertanian Motaain Ibarat Rumah Hantu, Samuel Radja Ngambek
POS KUPANG/EDY BAU
Inilah kondisi kantor karantina pertanian motaain di Desa Silawan yang mubasir. Gambar diambil Senin (22/5/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kepala Pos Karantina Pertanian Motaain, Kabupaten Belu, Samuel O. Radja ngambek alias marah dan tak mau berkomentar saat dikonfirmasi terkait kondisi kantor Karantina Pertanian Motaain di Desa Silawan yang mubasir.

Sikap ngambek ini ditunjukkan ketika Pos Kupang hendak mengkonfirmasinya saat dirinya mengikuti kegiatan di Kantor Desa Silawan, Jumat (26/5/2017) siang.

Kepada Pos Kupang, Samuel mengakui jika dirinya yang bertanggungjawab atas keberadaan kantor tersebut namun dirinya tidak bisa berkomentar lagi untuk karena sudah terlanjur diberitakan sebagai rumah hantu.

"Saya yang bertanggungjawab, cuma sekarang tanya saya posisi berita sudah muat. Kan orang sudah tahu bahwa itu rumah hantu. Berarti sayakan hantu. Jadi kalau tanya saya yang hantu ini saya juga bingung. Kan bilang rumah hantu berarti pemiliknya hantu. Jadi kalau sekarang tanya saya hantu berarti saya tidak tahu," katanya dengan nada meninggi.

Samuel tetap tidak mau berkomentar ketika berulangkali dimintai untuk menjelaskan kondisi kantor tersebut. Dia mengaku kedatangannya ke kantor Desa Silawan bukan untuk menjelaskan kondisi kantornya tetapi untuk menghadiri acara lain berdasarkan undangan.

Sebelumnya, media ini memberitakan bahwa Kondisi Kantor karantina Pertanian Motaain, Kabupaten Belu saat ini ibarat rumah hantu. Pantauan Pos Kupang, Senin (22/5/2017) siang, bangunan yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur ini dipenuhi rumput dan semak belukar.

Pintu gerbangnya terkunci. Begitupun bangunan rumah di dalamnya, semuanya tertutup dan terkunci.

Tak banyak bangunan rumahnya yang tak berpenghuni. Empat bangunan lainnya yang diduga sebagai tempat penangkaran benih atau sejenisnya dibiarkan kosong. Beberapa bagian tampak sudah rusak.

Tak terlihat seorangpun petugas di sana. Tidak ada yang tahu apakah bangunan milik kementerian pertanian RI ini sudah selesai dibangun ataukah dibiarkan mubasir.

Pada bagian depan bangunan terpampang logo Balai Karantina Pertanian dan tulisan lainnya yakni, Kementerian Pertanian, Badan Karantina Pertanian, Balai Karantina Pertanian Klas I Kupang, Wilker Karantina Pertanian Motaain. Tulisan inipun nyaris tidak terlihat karena terhalang semak yang tumbuh di depannya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved