Ratusan Mahasiswa Kecam Penyerangan Empat Wanita Berjilbab di Sydney

"Saya bersama Anda semua di sini hari ini berjanji tidak mentolerir rasisme di kampus kita," ujarnya

Ratusan Mahasiswa Kecam Penyerangan Empat Wanita Berjilbab di Sydney
Kathleen Calderwood/ABC News
Kathleen Calderwood/ABC News Mahasiswa dan staf University of Technology Sydney menggelar aksi demo mengecam tindakan rasis yang dialami empat mahasiswi berjilbab, 23 Mei 2017. 

POS KUPANG.COM, SYDNEY- Sedikitnya 150 mahasiswa dan staf melakukan aksi demonstrasi di luar kampus University of Technology Sydney (UTS) Australia, Rabu (24/5/2017), untuk memprotes dugaan serangan terhadap empat mahasiswi Muslim.

Dua pekan lalu empat wanita yang mengenakan jilbab, berusia antara 18-23 tahun, diduga diserang seorang wanita berusia 39 tahun di luar gedung kampus tersebut.

Tiga di antaranya adalah mahasiswa UTS sedangkan yang lainnya adalah mahasiswa University of New South Wales (UNSW).

Pelaku tersebut telah ditangkap polisi dan jadi tersangka karena diduga telah melakukan serangan secara fisik terhadap empat wanita Muslim itu.

Para demonstran berkumpul di depan menara UTS, sebelum berjalan ke lokasi kejadian dimana mereka menuliskan pesan mengecam rasisme dan menyambut warga Muslim.

Mahasiswa hukum dan politik Aishah Ali dari Asosiasi Muslim UTS mengatakan kaget dan kecewa saat mengetahui adanya serangan tersebut.

"Hal itu membuat saya merasa sangat cemas dan paranoid minggu itu. Hal itu bisa terjadi pada saya. Saya selalu melewati bangunan itu," katanya.

"Kita seharusnya tidak perlu selalu berjaga-jaga [atau] terus terbebani dengan paranoia di lingkungan yang dianggap sebagai tempat belajar yang aman," katanya.

"Wanita atau bukan, Muslim atau bukan, kita tidak pantas takut," tambahnya.

Ali menganggap tindakan rasisme perlu diungkap dan dikutuk di depan umum.

Halaman
12
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved