Pembangunan Rumah di Manggarai Barat Harus Mempertimbangkan Soal Bencana

Ini yang dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Propinsi NTT dalam satu kegiatan mitigasi di Labuan Bajo

Pembangunan Rumah di Manggarai Barat Harus Mempertimbangkan Soal Bencana
Pos Kupang/Servan Mammilianus
Suasana kegiatan mitigasi dalam rangka perlindungan lokasi rawan bencana di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Selasa (23/5/2017). Kegiatan itu berlangsung di Hotel Exotic Labuan Bajo 

Laporan wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pembangunan gedung termasuk rumah, kantor dan sejenisnya harus mempertimbangkan adanya bahaya bencana alam, seperti gempa bumi dan angin kencang atau bencana lainnya.

Untuk meminimalisir bahaya bencana itu maka pembangunan rumah harus memperhatikan lokasi dan kualitasnya.

"Misalnya untuk rumah tidak boleh bangun di daerah rawan bencana. Selain itu harus menjamin kualitas bangunan itu sendiri saat hendak dibangun. Demikian juga di bidang pertanian harus mempertimbangkan bahaya bencana. Kalau lahan di lokasi rawan bencana, sebaiknya ditanami tanaman yang berumur panjang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi NTT, Thini Tadeus.

Dia menyampaikan itu saat pembukaan kegiatan mitigasi dalam rangka perlindungan lokasi rawan bencana di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Selasa (23/5/2017).

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Exotic Labuan Bajo.
Disampaikannya, kegiatan mitigasi bertujuan untuk sosialisasi sadar bencana kepada masyarakat.

"Kita ini berada di atas sabuk api dari Sabang sampai Merauke. Ada dua sabuk api, ada sabuk api Asia dan sabuk api Eropa," kata Thini.

Mulai Januari hingga Mei 2017 ini, kata dia, korban bencana di NTT sebanyak 22 orang atau lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2016 lalu kata dia hanya sekitar 9 orang korban. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved