Breaking News:

166 Remaja di Kota Kupang Terinveksi HIV AIDS

Sebanyak 166 anak usia 15-25 tahun di Kota Kupang telah terinveksi virus HIV AIDS dalam kurun waktu tahun 2000-2016.

166 Remaja di Kota Kupang Terinveksi HIV AIDS
Pos Kupang/ant
HIV/AIDS (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Sebanyak 166 anak usia 15-25 tahun di Kota Kupang telah terinveksi virus HIV/AIDS dalam kurun waktu tahun 2000-2016. Mereka terinveksi melalui hubungan seks beresiko 99 persen dan sisianya 1 persen karena jarum suntik. Total warga di Kupang yang terinveksi HIV/AIDS sebanyak 1.015 orang, sedangkan untuk NTT yang terinveksi HIV/AIDS sebanyak 4.000-an orang.

Sementara itu 26 lain adalah mereka yang berusia 0-4 tahun, dan usia 5-9 tahun ada 3 orang, sedangkjan usia 25-49 tahun ada 760 orang, dan 60 orang lainnya berusia diatas 50 tahun.Sebanyak 16 remaja yang terinveksi HIV/AIDS itu didampingi oleh LSM Flobamora Suppor pimpinan Emil Hurek.

Koordinator Flobamora Support, Emil Hurek, menjelaskan, untuk bisa menjangkau odha di seluruh NTT, pihaknya membentuk 17 kelompok dampingan sebaya (kds) di 17 kabupaten minus Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Tengah dan Sumba Barat. "Sejak tahun 2004 hingga saat ini kami telah mendampingi sekitar 2.700 odha dari 4.000-an kasus HIV/AIDS di NTT," kata Emil, di kantornya Senin (15/5/2017) sore.

Eil mengungkapkan beberapa bulan terakhir ini ada sejumah warga usia belasan tahun yang meninggal dunia karena HIV/AIDS. "Sekitar 3-4 remaja berusia belasan tahun meninggal karena HIV/AIDS dan mereka  menutup diri dari keluarganya. Kami berusaha mendektai dia, mendtanagi rumahnya tapi dia tidak mengusir kami, diundang ke rumah sakit dia tidak mau. Dia menolak dampingan kami hingga meninggal dunia. Sekarang ada 16 anak usia belasan tahun yang kami dampingi. Mereka dominan gay dan ada  yang heteroseks. Umumnya mereka tertular melalui hubungan seks beresiko atau dengan odha," kata Emil. 

Menurut Emil, pendampingan terhadap odha dari waktu ke waktu memiliki tantangan tersendiri. Tantangan terbesar biasanya datang dari odha itu sendiri. "Biasanya dia tidak mau menerima kami karena asas kerahasiaan. Kalau mau bertemu kami, dia masih berpikir dulu, mereka ini baik tidak, mereka ini ember (tukang gosip, red) atau tidak. Tapi kami tidak pernah menyerah. Kami dekati terus dan biasanya mereka akhirnya menerima pendampingan. Bahkan sekarang malah mereka yang mencari kami untuk mendapinginya," kata Emil.

Untuk proses pendampingan mereka bekerjasama dengan pihak rumah sakit yakni RS umum, RS Tentara dan RS Bhayangkara. Jika ada temuan kasus di puskesmas atau rumah sakit, mereka langsung dipanggil untuk memberikan pendapingan terhadap odha. "Aktifis Flobamora Suppor dan LSM Perjuangan juga stand by di layanan kesehatan," kata Emil.

Tantangan lain berasal dari keluarga odha dan hingga kini hal ini masih juga terjadi di sejumlah kabupaten. "Kami pernah dikejar oleh keluarga odha pakai parang. Karena mereka tidak mau anaknya mengenal orang lain. Keluarga ikut menutupi status anaknya begitu tahu anaknya terinveksi HIV/AIDS sehingga kami kesulitan mendapingi odha," kata Emil.

Menurut Emil, tahun 2000 lalu warga yang terinveksi HIV/AIDS itu rata-rata berusia 30-an atau 50-an tahun keatas. Tapi sekarang warga yang usia 20-an tahun sudah terinveksi HIV/AIDS, bahkan yang berusia belasan tahun atau usia pelajar sekitar 14 sampai 20 -an tahun ada yang sudah terinveksi HIV/AIDS. "Yang usia belasan tahun ada beberapa orang yang terinveksi HIV/AIDS, umumnya mereka yang orientasi seksualnya gay," kata Emil.

Untuk remaja, demikian Emil proses pendampingannya tidak beda dengan odha lain yakni mengikuti prosedur dari rumah sakit. Ketika rumah sakit merujuk ke lsm maka pihak lsm akan melakukan pendekatan dengan memberikan beberapa konseling. Tepa konseling tergantung odha, apakah dia mau di rumah, di rumah sakit atau di tempat lain.

Halaman
123
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved