Breaking News:

Berita Kota Kupang

Gubernur NTT : Memang Pembohong Pasti Lebih Pintar dengan Cara Paling Hebat

Tetapi pegawai yang harus menjelaskan kepada masyarakat terkait modus-modus itu, justru tertipu.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya bicara soal investasi ilegal, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG --"Kita sering bicara soal ini dan berupaya sedapat mungkin untuk mensosialisasikan kepada masyarakat kita sehingga tidak teriming-imingi dengan janji-janji yang luar biasa. Sebenarnya sudah ada lama. Ada beberapa yang tengah dipantau mudah-mudahan tidak betul pantauan kita. Tapi ada beberapa yang suratnya sudah masuk diteruskan ke Pak Kapolda untuk ditindaklanjuti. Setelah Mitra Tiara di Larantuka, semua baru terbuka matanya. Ternyata ada yang menjanjikan sesuatu dan itu bohong. Memang pembohong pasti lebih pintar dengan cara paling hebat, yang salah kita, kita mau dibohongi. Kita yang salah," Kata Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya pada Rapat Regular dan Diskusi Panel yang digelar OJK NTT, di Aston Hotel, Rabu (18/5/2017).

Pengalaman di Mitra Tiara, kata Frans, dimanapun ia berada sellau bebricara tentang Mitra Tiara agar masyarakat mewaspadai. Karena kasihan masyarakat yang selalu menjadi korban.

Ada pegawai yang menyimpan uang di bank pindah ke Mitra Tiara. Suatu waktu ia pernah ditelepon pegawai dari Flores Timur yang mengeluhkan uangnya hilang dibawa lari oleh Mitra Tiara.

Hal ini berarti pegawai itu bodoh karena sudah menjadi pegawai tapi bisa tertipu. Bila itu masyarakat biasa, petani, pedagang kaki lima, mungkin tertipu. Tetapi pegawai yang harus menjelaskan kepada masyarakat terkait modus-modus itu, justru tertipu.

"Saya didatangi oleh Talk Fussion ibu dari Manggarai yang ingin membangun NTT. Didatangi, katanya pakai kartu kredit setiap bulan akan masuk ke rekening. Setor awal dengan Rp25 juta. Hampir juga mau karena dibawa oleh mantan Kepala Dinas Provinsi. Saya beruntung sekali setelah dia keluar Pak Winter masuk ruang kerja saya. Saya ceritakan kepada beliau. Ternyata memang illegal. Tapi mereka masih ada di sini, karena sering mereka kegiatan di sini, di ruang ini. Kita harus proaktif. Memang satu soal apakah orang mau melapor atau tidak. Ada hal lain orang malu ketika dirinya merasa ditipu, malu untuk melapor. Mau tidak mau kita yang proaktif. Memang diperlukan dasar untuk melakukan tindakan, tapi bila diharapkan terus menerus tidak bisa maka harus ditindak. Mungkin harus dikirim anggota untuk ikut itu baru melapor," tuturnya.

Ia mengatakan saat ini tiga perusahaan illegal yaitu Mitra Tiara. Mudah-mudahan sudah tiarap jangan sampai sudah merubah nama, Komnas PAN, di Waingapu ada Koperasi Amanda yang perlu diwaspadai dan Wein Group. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved