Berita Flores Lembata Alor

Lulusan SMP ini Dianiaya Lalu Disetubuhi Di Persimpangan Jalan Menuju Tanjung

pelaku mulai bertindak kasar. Memukul, mencekik dan menendangnya. Bahkan kedua tangannya disatukan di bagian belakang kepala

Lulusan SMP ini Dianiaya Lalu Disetubuhi Di Persimpangan Jalan Menuju Tanjung
scmp.com
Ilustrasi perkosaan. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Ola Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Melati (16), siswi lulusan SMP Negeri 1 Lewoleba, Kabupaten Lembata, mengalami nasib malang. Ia dianiaya lalu disetubuhi oleh Jakson, oknum siswa yang saat ini sedang menuntut ilmu di SMK Ile Lewotolok.

Saat ini kasus tersebut sedang ditangani penyidik Polres Lembata. Korban telah dimintai keterangan oleh penyidik. Sedangkan oknum pelaku ditangkap di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Rabu (17/5/2017).

Kepada Pos Kupang, korban menuturkan, pada Selasa (16/5/2017) sore, ia bersama seorang temannya, Titin, menonton pertandingan sepakbola di Mapolres Lembata. Keduanya menonton hingga pertandingan itu berakhir.

Saat sedang menonton, Melati mendapat SMS dari Jakson yang meminta agar keduanya bertemu. Maklum, Melati maupun Jakson sudah saling kenal. Akhirnya, keduanya bertemu di tepi lapangan sepakbola di Mapolres Lembata.

Ketika pertandingan berakhir, Jakson lantas memboncengi korban dan temannya, Titin untuk pulang. Namun sebelum pulang, ketiganya terlebih dahulu jalan-jalan ke arah Wangatoa menggunakan sepeda motor pelaku.

Setelah itu, ketiganya pulang. Pelaku terlebih dahulu menurunkan Titin di dekat Kantor Pusat Kopdit Ankara-Lewoleba.

Sementara kepada Titin, Jakson mengatakan bahwa ia akan mengantar Melati ke rumahnya di sekitar Pelabuhan Laut Lewoleba.

Namun setelah Titin diturunkan, Melati bukannya di antar ke kediamannya di dekat Pelabuhan Lewoleba, melainkan dibawa pelaku ke arah Ile Ape. Dalam perjalanan, pelaku memacu kendaraanya dalam kecepatan tinggi.

Melati menuturkan, saat kendaraan dipacu menuju Ile Ape, dirinya mulai takut. Apalagi pelaku mengendarai sepeda motor itu dalam kecepatan tinggi. Beberapa kali korban meminta diturunkan, tapi itu tidak dipedulikan.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved