Pilkada Nagekeo

PKPI Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Nagekeo

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Nagekeo mulai membuka pendaftaran untuk para bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati

PKPI Buka Pendaftaran Bacabup-Bacawabup Nagekeo
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Nagekeo mulai membuka pendaftaran untuk para bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (Bacabup-bacawabup) Kabupaten Nagekeo.

Pendaftaran dimulai tanggal 24 Mei sampai 4 Juni mendatang. Pendaftaran Bacaup-bacawabup Nagekeo dibuka setelah Ketua Dewan Pimpin Propinsi (DPP) PKPI NTT, Yan R Mboeik secara resmi melakukan peluncuran Pilkada Nagekeo di Mbay, Sabtu (13/5/2017)

Bersaman dengan Pembukaan Pendaftaran para Bacabup-Bacawabup Nagekeo, PKPI juga melakukan revitalisasi Kepengurusan PKPI Nagekeo. Arnold Ju Wea ditunjuk DPP PKPI NTT untuk mengendalikan organisasi PKPI Nagekeo menjelang Pilkada Nagekeo.

Ketua DPP PKPI NTT, Yan R Mboek dalam konfrensi pers di Mbay, Sabtu (13/5/2017), mengatakan, peluncuran Pilkada Nagekeo bertujuan untuk memberitahu kepada rakyat Nagekeo bahwa PKPI Nagekeo sudah mulai melakukan proses Pilkada Nagekeo yang diawali dengan pembukaan pendafataran para Bacabup dan Bacawbup Nagekeo.

Bersamaan dengan peluncuran Pilkada Nagekeo, kata Yan Mboeik, PKPI juga melakukan revitalisasi Kepengurusan PKPI Nagekeo. Mengingat PKPI di DPRD Nagekeo hanya memiliki dua kursi atau lebih rendah dari standar jumlah kursi (empat kursi) untuk pengajuan cabup-cawabup Nagekeo, lanjut Yan, PKPI harus berkoalisi dengan partai lain dalam mengusung cabup-cawabup dalam Pilkada Nagekeo.

"Kita dinamis. Silakan di daerah berkoalisi sesuai dengan kondisi di daerah. Asalkan tidak dengan parpol yang tidak mengakui eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara. Bagi PKPI, koalisis harus bisa menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi Nagekeo," demikian Yan.

Yan mengatakan, secara resmi memang belum ada parpol lain yang mengajukan diri untuk berkoalisi dengan PKPI. Namun secara informal, komunikasi politik sudah mulai berjalan.

"Kita sudah mempunyai petunjuk pelaksanaan. Setelah membuka pendaftaran, pengurus dan kader kita di daerah akan turun ke tengah masyarkat untuk mendengar langsung keinginan masyarakat. Penentuan cabup-cawabup Nagekeo yang akan diusung PKPI, full kita dengar dari bawah, dari desa dan kecamatan. Kita sudah ingatkan kader kita, proses ini tidak boleh salah," tegas Yan Mboeik.

Disinggung soal mahar politik, Yan mengatakan, PKPI merupakan parpol mandiri. Karena itu, katanya, PKPI tidak mengenal mahar politik. Tapi kalau ongkos politik, katanya, pasti ada. "Ongkos politik ada karena kader kita juga kerja," katanya.

Pada kesempatan itu, Yan juga mengatakan, kehadiran dirinya dan pengurs PKPI NTT untuk memberikan penguatan kepada kader PKPI Nagekeo tentang NKRI dan Pancasila menyikapi fenomena di masyarakat pasca Pilkada DKI Jakarta.

"PKPI secara tegas menolak HTI (Hizbu Tahrir Indonesia) dan ormas lain yang ideologynya tidak mendukung Pancasila," tegas Yan. Yang juga mengungkapkan, /kehadirannya di Mbay juga dalam rangka mengecek kesiapan PKPI Nagekeo menghadapi verifikasi parpol oleh KPU dan menjelang Pemilu Legislatif 2019.*

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved