Pakar Hukum Ungkap Alasan Kuat Ahok dan Jaksa Ajukan Penangguhan Penahanan

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai wajar langkah jaksa penuntut umum (JPU) melakukan banding atas vonis Ahok.

Pakar Hukum Ungkap Alasan Kuat Ahok dan Jaksa Ajukan Penangguhan Penahanan
tribunnews.com
Refly Harun 

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai wajar langkah jaksa penuntut umum (JPU) melakukan banding atas vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Meskipun, Refly belum mengetahui isi banding JPU ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Menurut Refly, langkah jaksa melakukan banding terkait profesionalisme.

"Jaksa merasa dianggap tidak profesional dia menuntut dengan pasal 156 dengan hukuman 100 persen tiba-tiba jadi 156a dengan hukuman 200 persen kan begitu," kata Refly usai acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (14/5/2017), sebagaimana dilansir Tribunnews.com.

Refly pun melihat langkah jaksa wajar bila tujuan banding untuk menegakkan profesionalisme.

Ia menilai jaksa merasa tertampar mengenai vonis Ahok.

"Walaupun didakwaannya normatif gitu karena tidak lazim biasanya hakim mengikuti apa yang dituntut. Ini dituntut A divonis B," kata Refly.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung memastikan akan mengajukan banding atas vonis dua tahun penjara terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Ya akan mengajukan banding," kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Keputusan jaksa untuk melakukan upaya banding, kata Prasetyo, adalah hal yang lazim. Apalagi, Ahok sebagai terdakwa, juga banding.

Halaman
123
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved