Dandim 1506 Belu Serahkan Kasus BBM 35 Jeriken Yang Ditangkap di Builalu ke Polsek Raihat

Komandan Kodim (Dandim) 1605 Belu, Letkol Czi Nurdihin Adi Nugroho menyerahkan kasus dugaan penyelundupan BBM jenis bensin yang tangkap anggotanya di

Dandim 1506 Belu Serahkan Kasus BBM 35 Jeriken Yang Ditangkap di Builalu ke Polsek Raihat
POS KUPANG/ISTIMEWAH
Inilah jeriken berisi ribuan liter BBM yang diamankan di Markas Koramil Weluli, Kecamatan Lamaknen, Jumat (12/5/2017) malam. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Komandan Kodim (Dandim) 1605 Belu, Letkol Czi Nurdihin Adi Nugroho menyerahkan kasus dugaan penyelundupan BBM jenis bensin yang tangkap anggotanya di Builalu, Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu kepada Polrek Raihat untuk diproses lebih lanjut.

"Sudah di (serahkan) Polsek Haekesak (Raihat, red)," kata Nurdihin saat dikonfirmasi Pos Kupang, Minggu (14/5/2017).

Dijelaskannya, Penggagalan upaya penyelundupan BBM ke Timor Leste tersebut berhasil diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat setempat. Setelah mendapatkan informasi itu, lanjut Nurdihin, anggotanya mulai bergerak dan berhasil menggagalkan.

"Diawali dari informasi masyarakat kepada babinsa terkait dugaan aktifitas penyelundupan," jawabnya.
Sebelumnya diberitakan, Anggota TNI dari Koramil Weluli mengamankan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin sebanyak ribuan liter di Builalu, Kecamatan Lamaknen pada Jumat (12/5/2017) malam sekitar pukul 19.00 wita.

Kuat dugaan, bensin tersebut akan diselundupkan ke Timor Leste. Kini, barang bukti BBM tersebut sudah diamankan di Markas Koramil Weluli untuk diproses lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Jumat (12/5/2017) malam, oknum pemilik BBM berinisial YLR ini menggunakan kendaraannya memuat bensin yang dikemas dalam jeriken umuran 35 liter sebanyak 30 jeriken. Jika ditotal maka BBM yang diamankan sekitar 1.750 liter.

Koramil Weluli, Kapten Inf. Kadek Sukrawan yang dikonfirmasi Pos Kupang melalui ponselnya, Jumat (12/5/2017) membenarkan adanya penangkapan itu namun dirinya enggan berkomentar.

"Benar pak. Tapi kronologinya sudah saya kirim ke Dandim. Pak hubungi Dandim saja biar tidak salah saya kasih info," jawabnya melalui layanan Short Message System (SMS).*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved