SEPULUH Bocah TK Tewas Terpanggang Saat Bus Terbakar di Dalam Terowongan

Para korban tewas adalah anak-anak berusia antara 4-7 tahun yang tinggal di Kota Weihai di Provinsi Shandong, di mana kecelakaan itu terjadi.

SEPULUH Bocah TK Tewas Terpanggang Saat Bus Terbakar di Dalam Terowongan
PHOTO YONHAP
Foto lokasi kecelakaan di Terowongan Taojiakuang, di Weihai, Provinsi Shandong, China, yang mengeluarkan asap hitam, Selasa (9/5/2017). 

POS KUPANG.COM -- Sepuluh bocah taman kanak-kanak asal Korea Selatan, dan dua orang lainnya tewas, ketika bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan terbakar di terowongan Taojiakuang, di China, Selasa (9/5/2017).

Para korban tewas adalah anak-anak berusia antara 4-7 tahun yang tinggal di Kota Weihai di Provinsi Shandong, di mana kecelakaan itu terjadi.

Keterangan ini diungkapkan seorang pejabat konsuler Korea Selatan di Kota Qingdao, seperti dikutip AFP.

Departemen Komunikasi Kota Weihai dalam situs mereka menyebutkan ada 12 orang yang tewas dan satu orang terluka parah dalam kecelakaan ini.

Selain anak-anak TK tersebut, pejabat itu tak memberikan keterangan mengenai kewarganegaraan dua korban lain yang tewas, dan seorang yang sekarat.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip pernyataan dari Kedutaan Besar Korsel di Beijing menyebutkan, dua korban jiwa lainnya adalah seorang anak asal China dan seorang pengemudi.

Sementara, korban yang terluka itu adalah seorang guru.

Bus terbakar dalam terowongan sekitar pukul 09.00, menurut kantor berita Xinhua. Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki.

Sebuah video amatir yang diunggah oleh People's Daily di akun Twitter-nya menunjukkan mobil yang melaju jauh dari bus, berhenti di dekat dinding saat api mencapai langit-langit terowongan.

Namun, keaslian video belum bisa segera diverifikasi.

Para siswa itu sebelumnya mengunjungi sebuah taman kanak-kanak yang berafiliasi dengan sekolah internasional yang sebagian besar melayani warga Korea Selatan.

Pejabat Presiden Korea Selatan Hwang Kyo-Ahn menyuarakan kesedihan mendalam atas tragedi tersebut.

Kecelakaan terjadi ketika Korsel sedang menggelar pemilihan umum untuk mendapatkan presiden baru.

Hwang memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk memobilisasi semua sumber diplomatik, demi menangani kecelakaan tersebut.

Dia pun meminta kepastian agar para orangtua korban dapat dengan mudah mengetahui perkembangan kecelakaan ini. (*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved