Popularitas Calon Petahana di Manggarai Timur Ungggul 81 Persen untuk Pilkada Matim 2018

Hal itu disampaikan Direktur Divisi Riset dan publikasi JHRC, Elsa Sambang ketika memberikan konferensi Pers di kevikepan Borong, Kamis (4/5/2017).

Popularitas Calon Petahana di Manggarai Timur Ungggul 81 Persen untuk Pilkada Matim 2018
pos kupang/robert ropo
Direktur Divisi Riset dan publikasi JHRC, Elsa Sambang didampingi Direktur JHRC, Yohanes Efraim Ngabur, dan Peneliti Psikolog JHRC, Albina Redemta Umen saat memberikan jumpa pers hasil survei calon bupati Matim, Kamis (4/5/2017). 

Laporan wartawan Pos Kupang.com, Robert Ropo

POS KUPANG.COM, BORONG---Hasil Survei Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC) bagi para bakal calon (Balon) bupati Manggarai Timur (Matim) dan Wakil Bupati (Wabup) Matim yang bakal ikut Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Matim 2018, dari segi survei popularitas nama bakal calon petahana Agas Andreas lebih unggul dari kandidat lainya mencapai 81 persen.

Hal itu disampaikan Direktur Divisi Riset dan publikasi JHRC, Elsa Sambang ketika memberikan konferensi Pers di kevikepan Borong, Kamis (4/5/2017).

Elsa Sambang yang didampingi Direktur JHRC, Yohanes Efraim Ngabur, dan Peneliti Psikolog JHRC, Albina Redemta Umen menjelaskan, sementara popularitas kedua, Balon Bupati Tarsi Sjukur 60 persen, Balon Wabup Matim, Lucius Modo 57 persen, Yoseph Biron Aur balon Wabup Matim 55 persen, Balon bupati Wili Nurdin 45 persen, Balon bupati Paskalis Serajudin 40 persen, Balon Wabup Stef Jagur, Balon Wabup Matim, Balon bupati Bonefasius Uha, dan Balon Wabup Matim, Nahas Yohanes masing-masing 35 persen, Balon bupati Fransiskus Sarong dan Fransiskus Anggal 25 persen, Syahdan Odom 5 persen.

Sementara lain-lain seperti Anton Dergong, Marsel Sarimin, dan Hironimus Nawang mengumpukan popularitas sebanyak 15 persen dimana 15 persen tersebut masih kurang masif di Publlik.

Sambang mengatakan, 15 persen suara masif ini merupakan suara milik Yoseph Tote kerena alasan Yoseph Tote memilih tokoh refensi.

"Jadi kita pikir semua kandidat harus jangan bertolak belakang dengan pak Yoseph Tote karena pak Yoseph Tote bisa menentukan arah untuk 15 persen suara kurang masih itu",kata Sambang.

Sambang mengatakan, survei yang dilakukan JHRC menggunakan metode multipupose random sampling dan dipadukan dengan pertanyaan semi terbuka pada 800 responden di semua kecamatan dengan batas toleransi kesalahan 5 persen. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved