Himpunan Nelayan di NTT yang Dipungli Calo Lapor Menteri Susi dan Jonan

Himpunan Nelayan Serikat Indonesia (HNSI)NTT akan menyurati Menteri Susi Pujiastuti dan Menhub untuk melaporkan dugaan pungli calo di KSOP Tenau

Himpunan Nelayan di NTT yang Dipungli Calo Lapor Menteri Susi dan Jonan
ist
nelayan

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Nelayan Serikat Indonesia (HNSI) Propinsi NTT, Wham Nurdin akan menyurati Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti dan Menteri Perhubungan Ignatius Johan.

Surat itu berisi pengaduan dugaan pungli yang dialami para nelayan pemilik kapal ikan ketika mengurus berbagai surat ijin kapal di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang. 08113871211

Wham menyampaikan terimakasih karena media massa sudah mengangkat salah satu persoalan yang dialami nelayan di Kupang yakni adanya dugaan pungli terhadap mereka saat mengurus berbagai surat kapal di KSOP Tenau Kupang.

"Kami senang dengan pemberitaan beberapa hari ini. Semoga teman-teman Ombudsman dan ibu kesitu (KSOP), maka nelayan akan bisa terlayani dengan baik saat mengurus surat di KSOP dan tidak ada lagi agen disana," kata Wham, melalui telepon genggamnya, Kamis (4/5/2017) siang.

Wham mengatakan, dengan diangkatkan dugaan pungli di KSOP itu, pihaknya juga berharap KSOP lebih terbuka dan lebih maksimal melayani nelayan kapal ikan. "Selama ini selalu ditutup-tutupi. Nelayan selalu diminta berurusan dengan agen ketika nelayan ajukan permohonan ke pegawai KSOP," kata Wham.

Pungli ini sudah almad an kta sudah sampaikan sudlah lama, kami bersurat ke pusat hsni sejak tahun 2013 bahkan pungli sudha terjadi sejka tahun  1990-an.

Tapi sistem kerjanya bergitu. perpanjangan dokumen, sertifikasi ulang, kami semnetara kumpulkumpul. Bahkan bikin beritA online, akan ada rapim tanggal 19 mei di Jogya kami akna membawa persoalanini sebagai persoalan priorItas nelayan di NTT. KAmi juga akana surat menteri perikanan dna eklauraan danja menteri perhubungan. Kami sudhaa tanya ke dirjen perhubungan laut, diharuskan pakai anen, tapi kenyaaannya tetap agen yang beorperais.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved