Venezuela Semakin Rusuh, Seorang Demonstran Remaja Tewas

Para pengunjuk rasa penentang pemerintah terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara dalam berbagai kerusuhan di sejumlah kota di seantero Venezuel

Venezuela Semakin Rusuh, Seorang Demonstran Remaja Tewas
Para demonstran yang membawa ketapel dan bom molotov dihadang pasukan keamanan di jalan raya yang membelah jantung kota Caracas, Venezuela, Rabu (3/5/2017). (Reuters) 

POS KUPANG.COM, CARACAS -- Para pengunjuk rasa penentang pemerintah terlibat bentrokan dengan polisi antihuru-hara dalam berbagai kerusuhan di sejumlah kota di seantero Venezuela.

Unjuk rasa di ibu kota, Caracas,  yang awalnya berlangsung damai, berujung rusuh setelah sejumlah anak muda bertopeng melemparkan batu dan bom molotov, dalam perjalanan ke parlemen.

Polisi menggunakan peluru karet dan meriam air untuk membubarkan mereka, namun seorang remaja pengunjuk rasa tewas.

Pemerintah memperingatkan para demonstran – yang turun ke jalan sejak sebulan lamanya – bahwa  mereka tak memiliki hak tak terbatas dalam berunjuk rasa yang menyebabkan gangguan di jalanan.

Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri, Nestor Reverol, memperingatkan bahwa memblokade jalan raya diancam hukuman delapan tahun penjara.

Para demonstran terutama marah pada dekrit Presiden Nicolas Maduro terbaru tentang pembentukan sebuah badan konstituante yang beranggotakan 500 orang untuk merumuskan lagi konstitusi, yang melangkahi Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.

Berbicara di Dewan Pemilihan Nasional, Maduro mengatakan bahwa dalam beberapa pekan mendatang akan dilangsungkan pemilihan anggota lembaga baru itu .

Sudah lebih dari 30 orang sejauh ini tewas dan ratusan terluka, serta ditangkap sejak para pengunjuk rasa turun ke jalan awal April 2017.

Demonstran yang turun ke jalan pada hari Rabu (3/5/2017) yang sebagian mengenakan bandana dan membawa ketapel – dihadang pasukan keamanan di jalan raya Francisco Fajardo, yang membelah jantung kota Caracas.

"Mereka (pasukan keamanan) dikerahkan seolah-olah ini adalah perang," kata pemimpin oposisi Henrique Capriles.

Nicolas Maduro menggantikan pemimpin populer, Hugo Chavez, yang menerapkan program kesejahteraan sosial yang luas dan meninggal di 2013.

Namun anjloknya harga minyak Venezuela yang merupakan komoditi ekspor utama, memangkas pendapatan pemerintah secara drastis dan mengakibatkan kelangkaan makanan, susu bayi, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi di Venezuela tahun ini akan melampaui 700 persen. (BBC Indonesia)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved