KSOP Tenau Kupang Mengaku Tidak Berurusan dengan Agen

KSOP Tenau Kupang mengaku tidak pernah berurusan dengan agen apalagi mengarahkan untuk menggunakan jasa agen dalam pengurusan surat-surat kapal

KSOP Tenau Kupang Mengaku Tidak Berurusan dengan Agen
ist
nelayan

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang, Fredy melalui kepala seksi status hukum dan sertifikasi kapal, Anwar, memastikan pihaknya tidak melakukan pungli kepada pemilik kapal di loket KSOP. Namun informasi itu akan ditindaklanjuti dan menjadi perhatian untuk perbaikan pelayanan ke depan.

Dijelaskan Anwar, dalam UU nomor 27 tahun 2008 tentang pelayaran, pada Pasal 219 menyebutkan bahwa setiap kapal yang berlayar wajib memiliki surat persetujuan berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh syahbandar atau KSOP.

Dan Syahbandar dapat menunda keberangkatan kapal untuk berlayar karena tidak memenuhi persyaratan kelaikan kelautan kapal atau pertimbangan cuaca.

Surat SPB ini bisa dikeluarkan jika pemilik kapal sudah melengkapi sejumlah syarat yang ditentukan dalam aturan, antara lain surat ukur, surat kelaikan kapal dan lainnya. Dan untuk mendapatkan itu, harus diajukan surat permohonan penerbitan SPB dari agen atau nahkoda.

"Ada validasi terhadap sejumlah dokumen kapal berdasarkan Permen 82. Setelah kita validasi dan dinyatakan clean dan clear baru kami keluarkan SPB. SPB ini dikeluarkan kepada kapal yang akan berangkat atau berlayar," kata Anwar yang baru menjabat sekitar lima bulan.

Mengenai dugaan pungli terhadap nelayan yang dilakukan agen? Anwar mengaku dia belum mendengar informasi itu dan Anwar memastikan tidak bertanggungjawab atas hal itu. Karena KSOP tida ada kaitannya dengan perjanjian antara agen dan pemilik kapal.

"Kan dia (pemilik kapal) bisa saja omong begitu. Saya tidak mengatakan, ya atau tidak ya," kata Anwar, Rabu (26/4/2017) di runag kerjanya.

Lebih lanjut dijelaskan Anwar, pihaknya tidak mengurusi soal perjanjian antara agen dan perusahaan atau pemilik kapal.

"Kami tidak ada urusannya dengan agen dan pemilik kapal. Ada jasa yang dibayar perusahaan kepada agen, itu diluar tugas kami. Itu urusan perusahaan dengan agen, bukan urusan kami. Siapa pun yang datang ajukan pengurusan surat kapal, baik individu atau kelompok atas nama perusahaan, pasti akan kami layani asalkan memiliki dan memasukkan persyaratan untuk proses pengurusan surat-surat kapal," kata Anwar.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved