Berita Flores Lembata Alor

VIDEO: Romli Atmasasmita :KUHP Indonesia Masih Berdasarkan Cara Berpikir Penjajah Belanda

Karena itu, mainset atau cara berpikir tentang penanganan hukum pidana di Indonesia mestinya harus berubah.

VIDEO: Romli Atmasasmita :KUHP Indonesia Masih Berdasarkan Cara Berpikir Penjajah Belanda
HANDINING/KOMPAS
ilustrasi Labirin Korupsi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maxi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Guru Besar Emeritus Universitas Padjajaran, Prof Dr Romli Atmasasmita, SH, LLM mengatakan, KUHP yang digunakan Indonesia masih berdasarkan cara berpikir penjajah Belanda.

Padahal, KUHP di Negeri Belanda sendiri telah berubah dan berkembang. Karena itu, mainset atau cara berpikir tentang penanganan hukum pidana di Indonesia mestinya harus berubah.

Guru Besar Emeritus Universitas Padjajaran, Prof Dr Romli Atmasasmita, SH, LLM mengatakan hal ini saat tampil sebagai pembicara pada Simposium Nasional tentang Revitalisasi Hukum dan Pelatihan Hukum Pidana & Kriminologi IV di Hotel Swiss BelInn Kristal Kupang, Selasa (25/4/2017) siang.

Hal ini juga diungkapkan kembali Prof Ramli dalam jumpa persnya bersama disela-sela kegiatan symposium. Simposium nasional ini digelar Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki) bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Menurut Prof Romli, tujuan hukum pidana adalah ketertiban dan tercapainya perdamaian. Jika penegakan hukum pidana tidak memberi keadilan dan justru meninggalkan masalah maka sesungguhnya tujuan penegakan hukum pidana tersebut tidak tercapai.

Aparat penegak hukum, kata Prof Ramli, telah melaksanakan penegakan hukum sesuai perintah KUHP, dimana yang melakukan kesalahan harus dihukum.

Pencuri sandal pun diancam hukuman yang sama dengan pencuri barang mahal atau pelaku korupsi. Keadilan adalah kepastian hukum di pengadilan. (*)

Penulis: maksi_marho
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved