Sarci Lilianti Lenes Banyak Membaca

Suksesnya acara pembukaan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45, Pencanangan Peringatan Bulan Bakti Gotong Roy

Sarci Lilianti Lenes Banyak Membaca
Yon
Sarci Lilianti Lenes 

POS KUPANG.COM -- Suksesnya acara pembukaan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45, Pencanangan Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-14 di Rote Ndao, tidak lepas dari peran pemandu acara atau master of ceremony (MC).

Pada momen ini, panitia mempercayakan Sarci Lilianti Lenes, biasa disapa Lily untuk memandu acara. Mengenakan pakaian adat Rote Ndao, Lily dengan suara lantang mengajak para undangan menempati kursi yang disiapkan, termasuk mengundang para peserta yang hendak pentas di atas panggung.

Kepada Pos Kupang di sela memandu acara, Rabu (26/4/2017), wanita kelahiran Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU) pada 17 Februari 1985 ini menuturkan, tampil menjadi MC bukan hal baru baginya.

Bakat dan pengalaman sering tampil di Gereja GBI Kemah Kesaksian Kupang, membuatnya selalu dipercayakan untuk memandu acara. Kemampuannya semakin dipertajam ketika Lily menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Protokol Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Setiap ada kegiatan pemerintahan, termasuk kunjungan pejabat dari Jakarta dan provinsi, pasti dirinya yang dipercayakan menjadi MC.

"Saya sudah terbiasa memandu acara. Menjadi MC butuh persiapan mental dan harus banyak membaca. Harus bisa mencari literatur pendukung acara sehingga bisa tampil prima di panggung. Jalannya acara itu baik atau tidak sangat ditentukan juga performa MC mencairkan suasana sehingga para undangan tidak merasa bosan," tutur putri dari pasangan Mus Lenes dan Bernadetha Lenes Thall.

Ditanya makna kegiatan yang dipusatkan di Rote Ndao, Lily yang menjadi ASN sejak tahun 2007 mengatakan, sangat membanggakan karena persertanya dari kabupaten/kota se-NTT.
Selain itu ada nilai plus buat warga karena pada momen ini ada pengenalan teknologi tepat guna (TTG) sehingga warga bisa memamerkan hasil karyanya. Para petani tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk mendapatkan TTG karena tersedia di setiap stan pameran. (yon)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved