VIDEO

VIDEO:Kata Petrus Jemadu Investasi Bodong Adalah Kejahatan Serius

INVESTASI bodong adalah persoalan besar bangsa dan investasi bodong umumnya muncul di negara berkembang dan maju seperti Asia, juga Indonesia dan NTT

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - INVESTASI bodong adalah persoalan besar bangsa dan investasi bodong umumnya muncul di negara berkembang dan negara maju di Asia termasuk Indonesia dan juga NTT. Ini adalah persoalan besar. Investasi bodong juga termasuk kejahatan terhadap kemiskinan dalam tanda kutip atau global ekonomi crime.

Demikian disampaikan Pengamat Jasa Keuangan dan Perbankan di NTT, Petrus E Jemadu, SH, M.Hum, Kamis (27/4/2017), terkait investasi bodong yang marak terjadi di wilayah NTT.

Pelaku kejahatan ekonomi investasi bodong ini belajar betul kelemahan hukum kita dan mereka setiap waktu semakin canggih melakukan aksinya. Dan masyarakat dibawa mesra dengan cara manipulasi informasi.

Tentu ini menjadi kejahatan yang serius. Munculnya kejahatan investasi bodong ini karena beberapa sebab. Pertama, karena masyarakat minim literasi keuangan yang menyangkut pemahaman dan kemampuan mengakses menyimpan dana dan meminjam dana dari lembaga keuangan termasuk perbankan.

Literasi keuangan masyarakat kita hanya 30 persen kondisi ini dibawah Filipina dan Malaysia, apalagi Singapura.

Kedua, karena kondisi kemiskinan dan masyarakat cenderung mau cepat kaya. Ini yang dikatakan Kuncoro Ningrat dalam bukunya antropologi budaya Indonesia, bahwa karena kemiskinan kita sering ambil jalan pintas, easy going.

Harusnya masyarakat bisa berpikir, bagaimana hanya dengan menginvestasikan dana sebesar Rp 1 juta lalu ada cash bank Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Lalu masyarakat itu diminta mencari orang baru untuk menutupi cash bank sudah sudah diperolehnya tadi. Ketiga, sikap mental kita yang ingin cepat kaya, namun tidak rasional dalam menghitung aspek ekonomi dalam investasi itu.

Karena tidak mungkin bunga hingga 10 persen dalam 1 bulan, ada cash back besar, ini ada hal irasional dalam investasi itu. Masyarakat sudah meraih gelar sarjana tapi tidak rasional. Lihat saja, masih banyak sarjana dan pejabat yang pergi ke dukun untuk naik pangkat, itu kan tidak rasional.

Ada irasional berpikir disini. Ikut investasi yang keuntungannya miliaran rupiah padahal modalnya hanya 1 atau 2 juta. Hal itu kan sebenarnya tidak rasional. Keempat, Ada juga kelemahan dari sudut pandang hukum, UU Perkoperasian, UU Jasa Keuangan bahkan UU PT. Karena bentuk hukun dalam investasi bodong ini mereka ambil bentuk PT dan Koperasi dan ini ada aspek pembenaran. Kalau di UU perbankan ada disebut bank gelap dan ini bisa ditindak.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved