Perjuangan Janda Miskin Kupang
Janda Istri Mantan Anggota Pasukan Aitarak Ini Tak Pernah Mendapatkan Raskin dan KIS
Kenapa saya seorang janda yang kakinya cacat tidak pernah mendapat bantuan raskin, Kartu Indonesia Sehat.
Penulis: Julius Akoit | Editor: Bebet I Hidayat
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Janda miskin, Ny Dominggas Dos Reis yang tertidur pulas di ruang tunggu kantor Bupati Kupang di Civic Centre Oelamasi, Rabu (26/4/2017) siang, karena ingin bertemu Bupati Kupang Ayub Titu Eki.
Perempuan kurus yang kakinya cacat ini berharap bisa bertemu dengan Bupati Kupang.
"Saya ingin tanya, kenapa saya seorang janda yang kakinya cacat tidak pernah mendapat bantuan raskin, tidak dapat Kartu Indonesia Pintar untuk anak saya dan Kartu Indonesia Sehat atau BPJS Kesehatan. Kenapa pondok kami tidak dipasang listrik?," ujarnya.
Baca: Janda Tidur Pulas di Sofa Ruang Tunggu Kantor Bupati Kupang. . .
"Apakah nyawa suami saya dan sebelah kaki saya yang buntung ini, tidak cukup untuk membuka mata pemerintah Indonesia? Kenapa Bupati Kupang dan pejabat besar di sini tidak peduli kami? Kami seperti manusia terlantar dan dianaktirikan," kata dia.
Ia adalah warga eks pengungsi Timtim. Ia mengaku janda dari seorang anggota Paramiliter Aitarak bernama Thomas Pinto.
"Suami saya meninggal dunia saat kerusuhan di Kota Dilli, tahun 1999 lalu. Ia dan anggota Aitarak yang dipimpin Eurico Guterres terlibat bakutembak dengan milisi pro kemerdekaan. Ia tewas tertembak," ujar pedagang sayur di Pasar Oesao dan Pasar Lili Camplong ini. (*)
BACA kisah selengkapnya di Harian Pagi POS KUPANG, edisi Kamis, 27 April 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/janda-miskin-2_20170427_001642.jpg)