Akun ini Mengaku Meretas HP Ahok soal Karangan Bunga, Netizen: 'Kurang Cermat Nih Ngeditnya'

Betapa tidak, halaman Balai Kota DKI Jakarta tersebut dipenuhi oleh ribuan karangan bunga yang ditujukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purn

Akun ini Mengaku Meretas HP Ahok soal Karangan Bunga, Netizen: 'Kurang Cermat Nih Ngeditnya'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak & Ruang Terbuka Hijau Kalijodo di Jakarta, Rabu (22/2/2017). RPTRA dan RTH Kalijodo memiliki luas 1,4 hektar dan dilengkapi dengan lintasan joging, sepeda, skate park, musala, lapangan futsal, outdoor fitnnes dan toilet. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Ada pemandangan yang tak lazim di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/4/2017) kemarin.

Betapa tidak, halaman Balai Kota DKI Jakarta tersebut dipenuhi oleh ribuan karangan bunga yang ditujukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tak pelak, siang itu, halaman Balai Kota DKI Jakarta 'tersulap' menjadi taman bunga dengan beragam warna.

Bukan cuma itu, tulisan yang tertera di karangan bunga tersebut juga cukup mencuri perhatian dan terbilang kreatif, menyiratkan mereka belum bisa 'move on, dari pemerintahan Ahok.

Namun, kehadiran ribuan karangan bunga tersebut tercoreng dengan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa bentuk 'apresiasi' itu merupakan hasil rekayasa.

Ya, sebuah screenshot aplikasi pesan singkat Whatsapp, yang menggambarkan percakapan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan penyedia karangan bunga.

Screenshot tersebut diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter dengan nama @SiBonekaKayu.

"Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?" kicau @SiBonekaKayu.

Screenshot hoax percakapan Ahok (Twitter/@SiBonekaKayu)
Dalam foto tersebut tertulis, permintaan pengiriman sesuai perintah, yakni 1.200 karangan bunga ke Balai Kota DKI dan dikirim secara bertahap agar terkesan alami.

Namun, ternyata ada keganjilan dalam screenshot yang beredar masif di dunia maya, terutama media sosial tersebut.

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved