Rahim Plastik Berhasil Diciptakan Ilmuwan. Begini Manfaatnya

embrio tampak menikmati lingkungan plastik itu. Matanya terbuka dan bulu pun tumbuh normal.

Rahim Plastik Berhasil Diciptakan Ilmuwan. Begini Manfaatnya
Partridge, E. A. et al. / Nature Communications
Partridge, E. A. et al. / Nature Communications Embrio domba dalam rahim buatan berbahan plastik. 

Masalah Etika

Rahim buatan ini, jika pun terbukti efektif pada manusia, akan menghadapi tantangan dalam aplikasinya. Sebab, alat ini berpotensi memunculkan masalah etika.

Misalnya, apakah embrio yang hendak dipertahankan memang layak dipertahankan dan apakah embrio itu takkan menghadapi tekanan ketika hidup dalam rahim buatan. Bagaimana pula mendefinisikan embrio dan bayi?

Masalah lain, perangkat itu nantinya berpotensi disalahgunakan. Apalagi, saat ini manusia sudah bisa membuat sel sperma dan sel telur.

"Saya bisa membayangkan suatu masa, "Dunia yang Berani", di mana kita bisa mengembagkan embrio dari awal hingga akhir di luar tubuh manusia," kata Dena Davis, pakar bioetika dari Lehigh University.

Flake mengatakan, masalah etika memang harus dipertimbangkan tetapi keselamatan dan hak hidup bayi yang lahir prematur juga mesti diperhitungkan.

Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved