Aquina Helmina Rato: Banyak Perubahan

BANYAK hal yang dirasakannya ketika ikut berorganisasi, baik organisasi internal kampus maupun organisasi kemahasiswaan diluar kampus.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
PK/PET
Aquina Helmina Rato 

POS KUPANG.COM WEETABULA - BANYAK hal yang dirasakannya ketika ikut berorganisasi, baik organisasi internal kampus maupun organisasi kemahasiswaan diluar kampus, seperti organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karetaker DPC Cabang Sumba Barat Daya (SBD).

Bagi Aquina Helmina Rato, keputusan ikut berorganisasi bertentangan dengan teman sesama mahasiswa. Bahkan juga dilarang dosennya.

Meski demikian, hal itu tidak mengurungkan keputusannya untuk berorganisasi. Sebab baginya, berorganisasi merupakan wadah belajar memimpin, belajar mengorganisir sebuah kegiatan, belajar memimpin rapat, diskusi dan belajar berbicara di depan umum. Sebab hal tersebut tak mungkin diperoleh di dunia kampus.

"Berorganisasi adalah wadah tepat bagi seorang mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mengekspresikan kemampuannya sebagai seorang pemimpin masa depan bangsa ini," kata Aquina yang menjabat Ketua Karetaker DPC GMNI SBD ini saat ditemui Pos Kupang di Weetabula, Jumat (21/4/2017).

Mahasiswi semester VIII jurusan Matematika STKIP Weetabula ini mengatakan, sebagai kader muda bangsa ini, GMNI SBD berkomitmen memperjuangkan semangat kebangsaan dengan mempopulerkan kembali semangat gotong royong sebagai salah satu karakteristik bangsa ini.

Pendiri bangsa Indonesia, Soekarno, telah mengajarkan gotong-royong, semangat pemersatu bangsa ini. Hanya dengan gotong royong kita mampu membangun bangsa ini ke depan menjadi lebih baik.

Aquina mengaku, awalnya merasa grogi dan kurang percaya diri saat mendapat kepercayaan memimpin karetaker DPC GMNI SBD tahun 2016. Namun seiring perjalanan waktu, semuanya berjalan lancar. Hal itu berkat komunikasi yang baik dengan teman-teman seperjuangan. "Setiap persoalan, kegiatan maupun hal-hal yang berkaitan dengan organisasi selalu didiskusi dengan teman-teman," kata anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Wihelmus Ngongo Rato dan Maria Loru ini.

Dikatakannya, sejak kecil ia memang telah bercita-cita menjadi pemimpin, baik menjadi ketua kelas, Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kalembu Weri hingga menjadi Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) STKIP Weetabula dan kini menjadi Ketua Karetaker DPC GMNI SBD.

Gadis kelahiran Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten SBD, 8 Januari 1995 yang menamatkan sekolahnya di SMA Katolik Andaluri Waingapu, ini mengakui mengalami banyak perubahan hidup ketika aktif di GMNI. Perubahan tersebut, seperti bisa memimpin teman-teman seperjuangan yang terhimpun dalam organisasi GMNI, mampu memimpin rapat, mampu berbicara di depan umum seperti memberikan pidato politik pada kegiatan konferensi karetaker DPC GMNI SBD belum lama ini yang dihadiri para pejabat pemerintah SBD dan para alumni. (petrus piter)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved