Berita Flores Lembata Alor

Penggunaan Dana Desa 2017, Pemdes Wureh Fokus Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan

"Pertanian masyarakat masih pertahankan pola lama, ketergantungan terhadap alam," kata Yoseph.

Penggunaan Dana Desa 2017, Pemdes Wureh Fokus Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan
POS KUPANG/FELIKS JANGGU --
Yoseph L. Fernandes 

POS KUPANG/FELIKS JANGGU -- Yoseph L. Fernandes

Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA --Pemerintah Dewa Wureh, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur mengalokasikan anggaran khusus kepada pemberdayaan kelompok tani dan kelompok nelayan di wilayah itu.

Kepala Desa Wureh Yoseph L. Fernandes kepada Pos Kupang Jumat (21/4/2017) mengungkapkan dua masalah pokok petani Wureh produktivitas pertanian dan pemasaran produk perkebunan.

"Pertanian masyarakat masih pertahankan pola lama, ketergantungan terhadap alam," kata Yoseph.

Karena itu pada alokasi dana desa 2017, pemdes mengalokasikan anggaran untuk memberdayakan petani agar terampil mengolah lahan pertanian.

"Kita ingin berdayakan kelompok tani dan kelompok nelayan di Wureh," kata Yoseph.

Pemdes, kata Yoseph akan membantu petani dalam mengadakan bibit Bawang, Pupuk dan Obat-obatan.

Yoseph mengungkapkan masalah pemasaran produksi Mente dan Kelapa masyarakat Wureh.

"Harga Mente dan Kelapa masih ditentukan para tengkulak," kata Yoseph.

Harga Jambu Mente saat ini, jelas Yoseph masih pada kisaran Rp.20.000 per kilogram. Sementara Kopra sekitar Rp.7000 per kilogram.

Pemdes juga membantu sarana pendidikan dan sarana kesehatan. Dan memberi honor atau insentif bagi petugas dan tenaga pendidikan dan kesehatan di desa. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved