VIDEO

VIDEO: RA Kartini Bikin Adolfina Semangat Berjualan Bawang di Pasar Kasih Kupang

Semangat dan perjuangan RA Kartini membuat Adolfina (73),penjual sayur dan bawang, dan Oma Ina (60), penjual bawang,selalu bersemangat untuk berjualan

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Semangat dan perjuangan RA Kartini membuat Adolfina (73), penjual sayur dan bawang, dan Oma Ina (60), penjual bawang, selalu bersemangat untuk berjualan di Pasar Inpres Kupang guna menyekolahkan anak-anak mereka.

"Ibu Kartini sudah bikin saya bisa semangat untuk berjualan bawang agar anak-anak saya sekolah. Dua anak saya sudah bekerja dan saya bahagia," kata Adolfina kepada Mesra Pelandou. Sastrawan dan guru SMAN 1 Kupang yang hari itu membantunya berjualan sayur di pasar Inpres, Jumat (21/4/2017) sore.

Hari itu, Mesra Pelandou dan Sosiolog dan dosen perempuan, Soraya Balkis Tanof,  bertukar peran menjadi penjual sayur dan bawang di pasar Inpres. kegiatan itu merupakan aksi solidaritas rasa dan emansipasi rasa bertema Per(T)empu(R)an yang digelar oleh komunitas Teater Perempuan Biasa, pimpinan Lanny Koroh dan Komunitas Secangkir Kopi pimpinan Gusti Rijarnol. Kegiatan dalam rangka Hari Kartini ini diikuti oleh sejumlah aktifis perempuan dan laki-laki dikordinir oleh Grace Gracella.

Tiba di dalam pasar, Soraya langsung menukar perannya dengan oma Ina, seorang penjual bawang. Semula Ina agak ragu namun lama kelamaan keduanya mulai akrab menceritakan kisah hidupnya. Saat itu, Ina mengajari Soraya mengupas bawang dengan jari, sedangkan Soraya mengajari Ina menyanyikan lagu Kartini. "Saya pernah tahu lagu itu, tapi sudah lupa," kata janda dari Marthen ini yang lupa tanggal berapa Hari Kartini itu.

Ina menceritakan, dia mulai berjualan bawang sejak anak pertamanya belum masuk sekolah. Uanghhasil berjualan bawang itu digunakan untuk membiayai kebutuhan pendidikan anaknya, terlebih ketika suaminya meninggal. Dari hasil jualan itu, Ina berhasil mengantar anaknya, Rudi, menjadi Pendeta  di Batu Malang, Jemmi di dinas perikanan dan Edi juga sudah bekerja.

Kisah lain diceritakan Adolfina kepada Mesra dan Lanny. "Anak saya dua, satu sudah kerja di Walikota. Saya jual orang punya bawang, satu hari saya dapat uang Rp 30.000 sampai Rp 50.000. kerjanya dari jam 06.00 sampai jam 17.00. Kalau tidak berjualan, siapa yang kaish saya doe (uang, red)," kata Adolfina.

Ketika ditanya tentang Kartini, Adolfina menilai kartini itu adalah orang yang membuat perempuan bisa menjadi pedagang seperti dirinya. "Kartini itu bikin saya bisa berjualan bawang," kata Adolfina.

Mesra memuji perjuangan Adolfina sebagai seorang Kartini. "Ketika ada rasa tertekan dalam keluarganya, Adolfina bisa menjawab itu dengan melakukan kegiatan positif, mandiri, bukan dengan cara tidak bagus. Ini keren dan hebat. Kalau dia cengeng dia bisa saja minta uang kepada anaknya, tapi tidak, dia tetap bekerja. Oma Adolfina ini adalah Kartini jaman sekarang. Ketika perempuan mampu menaklukan hidup dengan keberadaannya dia adalah perempuan yang hebat, itulah Kartini jaman sekarang," kata Mesra.

Soraya mengapresiasi perjuangan Oma Ina dan perempuan penjual sayur lainnya di pasar Inpres.  "Dengan menjadi penjual sayur, saya rasakan kalau Ir. Soekarno menulis tentang Sarina, pengasuhnya yang adalah orang kecil. Maka saya hari ini saya belajar tentang pesan Kartini pada orang kecil seperti oma Ina," kata Soraya.  Soraya mengajak semua kaum perempuan untuk bersatu dan bisa memperingati dan menyampaikan pesan perjuangan Kartini dengan talenta masing-masing.

Halaman
12
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved