Proyek Senilai Rp 45 M di Kabupaten Kupang Belum Terealisir

Rencana kerja sama peternakan sapi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Kupang sejak tahun 2014 lalu sampai sekarang belum terealisir.

Proyek Senilai Rp 45 M di Kabupaten Kupang Belum Terealisir
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Hendrik Paut 

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Rencana kerja sama peternakan sapi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Kupang sejak tahun 2014 lalu sampai sekarang belum terealisir. Kerja sama berupa proyek pembangunan ranch sapi moderen untuk pembibitan sapi seluas 100 hektar itu tidak jelas nasibnya.

"Proyek senilai Rp 45 miliar itu menguap begitu saja karena belum terealisir," jelas Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, Jumat (21/4/2017).

Kerja sama antardaerah ini, kata Paut, dirintis oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, pada tahun 2014. Saat itu dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Kupang dengan Pemprov DKI Jakarta disaksikan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di Kecamatan Amarasi Barat.

Target kerja sama itu, lanjut Paut, yaitu membangun ranch sapi moderen seluas 100 hektar untuk pembibitan sapi lokal dilengkapi pembangunan fasilitas pelengkap di antaranya pabrik pakan dan pabrik pembekuan daging sapi.

"Kebutuhan daging sapi segar di Jakarta 161 ton per hari atau setara dengan 1.000 ekor sapi potong per hari. Ini peluang luar biasa. Karena itu Pemkab Kupang mau menjalin kerja sama itu," jelas Paut.

Namun, lanjut Paut, Pemkab Kupang cuma mampu memenuhi kuota 12 persen saja. Artinya, dalam setahun Pemkab Kupang hanya bisa memenuhi kuota pengiriman 60.000 ekor sapi ke Jakarta ditambah 28.000 ton daging sapi beku.

Tapi sayang sekali, rencana ini belum terwujud karena adanya masalah internal di Perusahaan Daerah (PD) Dharma Jaya, yakni BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek kerja sama itu.

"Informasi yang kami dapat, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta itu kurang sehat dan tidak mendapat suntikan dana penyertaan modal. Karena itu proyek kerja sama dengan Pemkab Kupang ditunda sampai hari ini," jelas Paut.

Ia berharap Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anis Baswedan bisa melanjutkan program kerja sama yang tertunda itu. "Kami menunggu. Semoga program kerja sama itu dilanjutkan oleh gubernur baru," harap Paut. (ade)

Penulis: Julius Akoit
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved