Petinju Putri NTT Ganas di Ring Lembut di Dapur
Di atas ring kami akan tampil ganas dan berupaya untuk menjatuhkan lawan. Namun jika di rumah, kami adalah perempuan biasa
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, ferry Ndoen
POS KUPANG.COM, KUPANG - Tinju salah satu cabang olahraga (cabor) keras dan menantang ternyata disukai perempuan yang satu ini. Perempuan hitam manis ini menggeluti olahraga keras bukan semata-mata karena hobi, tapi juga karena merasa penampilannya yang tomboi.
Itulah sosok Sandu Nestari Kalvin, salah satu petinju putri NTT yang pernah malang melintang di dunia pertinjuan Tanah Air. Sandu pun pernah meraih sejumlah prestasi cabor tinju dalam beberapa event regional dan nasional.
Namun di balik kehebatannya memainkan kombinasi pukulan, Sandu memiliki hobi memasak. Inilah mungkin kodratnya sebagai seorang perempuan.
Petinju lincah kelahiran Ende pada 8 Januari 1991 menjadi salah satu bukti jika olahraga tinju yang menantang bukan hanya didominasi kaum laki-laki, tetapi digandrungi kaum perempuan.
"Dari sisi kodrat, saya adalah perempuan, namun potensi dan telanta yang diberikan tidak harus membedakan gender. Potensi harus dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai. Itulah prestasi," ujar Sandu, staf Dinas Pendidikan dan Olahraga NTT, saat diwawancarai Pos Kupang tentang makna Hari Kartini dari kacamata atlet tinju putri yang sudah menyumbangkan prestasi bagi keharuman nama NTT.
Menurut Sandu, walaupun tinju telah mengantarnya menjadi seorang yang berprestasi, tapi kodrat sebagai perempuan tetap melekat. "Di atas ring kami akan tampil ganas dan berupaya untuk menjatuhkan lawan. Namun jika di rumah, kami adalah perempuan biasa yang melekat kodrat sebagai perempuan," kata Sandu.
Tentang pengalamannya hingga tertarik menjadi seorang atlet tinju, Sandu mengaku semua berawal dari hobi.
"Awalnya beta (saya) ikut latihan tinju karena hobi. Saya diasuh pelatih Om Godlief Ballo. Tujuan menggeluti cabor tinju untuk membela diri, selain mempertahankan kebugaran tubuh," ujar Sandu
Apakah menggeluti olahraga tinju sekadar ingin membela diri karena pernah disakiti sesorang atau karena pernah mengalami pengalaman buruk? Sandu yang memiliki tinggi badan sekitar 155 Cm dengan polos mengaku dirinya tertarik menggeluti olahraga tinju karena merasa berperilaku agak tomboi.
"Sandu merasa agak tomboi sehingga tertarik menggeluti olahraga tinju. Beta juga pecinta olahraga senam aerobic dan body combat (senam menggunakan teknik bela diri)," kata Sandu.
Tentang prestasi yang pernah diraih selama menggeluti olahraga tinju, Sandu menceritakan jika dirinya meraih medali perunggu di Kejuaraan Sarung Tinju Emas tahun 2012, di Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara.
Meraih medali perak di Kejurnas Yunior Tinju, di Pulau Samosir tahun 2008. Lalu meraih medali perunggu Kejurnas Tinju Senior tahun 2011 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). (fen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sandu-kalvin_20170422_095323.jpg)