Teras Panwaslu Kecamatan Maulafa Jadi Tempat Bermain Anak-anak

Empat orang anak usia SD tampak bermain di teras rumah milik Petrus Tallo di wilayah Kelurahan Maulafa, yang pernah dijadikan Kantor Panwaslu Kecamata

Teras Panwaslu Kecamatan Maulafa Jadi Tempat Bermain Anak-anak
POS KUPANG/MAKSI MARHO
Anak-anak tampak bermain di teras rumah bekas kantor Panwaslu Kecamatan Maulafa, Selasa (18/4/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Empat orang anak usia SD tampak bermain di teras rumah milik Petrus Tallo di wilayah Kelurahan Maulafa, yang pernah dijadikan Kantor Panwaslu Kecamatan Maulafa, Selasa (18/4/2017) siang. Sementara pintu rumah tampak terkunci dan sepi.

Di teras rumah juga ada potongan kayu berukuran cukup besar yang berbentuk bangku. Namun letak potongan kayu itu tidak teratur, karena baru digunakan keempat anak tersebut untuk bermain.

Teras rumah cukup luas sekitar 7 x 4 meter dan berlantai keramik. Di dinding tembok masih terpasang spanduk sebagai papan nama bertuliskan Kantor Panwaslu Kecamatan Maulafa.

Petrus Tallo sebagai pemilik rumah yang tinggal di kamar belakang rumah itu tidak terlihat. Pintu samping rumah sebagai pintu masuk ke kamar belakang tampak terkunci.

Ketika diketuk-ketuk dan dipanggil-panggil, tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Sementara itu, ketika diintip dari kaca jendela depan di teras rumah itu, tampak terlihat masih banyak kursi yang tersusun rapi di kamar depan rumah tersebut. Kemungkinan, barang-barang kantor milik Panwaslu Kecamatan Maulafa masih ada di dalam rumah tersebut.

Empat anak yang sedang bermain di teras rumah, mengatakan, mereka tidak tahu dimana Opa Petrus Tallo sebagai pemilik rumah berada. Mereka juga tidak tahu apakah rumah itu masih digunakan sebagai kantor Panwaslu Kecamatan Maulafa atau tidak.

Keempat anak tersebut mengaku bernama, Kanis, Johan, Kalis dan Doni Seran. Kanis masih siswa PAUD, Johan dan Kalis adalah siswa SD sementara Doni Seran sudah kelas dua SMP.

"Tadi ada yang datang tapi sudah pergi lagi. Kami tidak tahu siapa," kata Doni Seran.

Halaman
12
Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved