Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga Sempat Melayat ke Rumah Korban

Tersangka pembunuhan satu keluarga Riyanto di Mabar, yakni Andi Lala alias Andi Matalata terbilang pembunuh berdarah dingin.

Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga Sempat Melayat ke Rumah Korban
Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan foto terduga pelaku pembunuhan sadis satu keluarga saat memberi keterangan pers di Mapolda Sumut, Medan, Selasa (11/4/2017). Hingga kini para pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Mabar, Medan, dan satu balita kritis itu masih dalam pencarian pihak kepolisian. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi) 

POS KUPANG.COM, MEDAN -- Tersangka pembunuhan satu keluarga Riyanto di Mabar, yakni Andi Lala alias Andi Matalata terbilang pembunuh berdarah dingin.

Pasalnya, dia sempat pergi melayat bersama keluarga besarnya di rumah duka di Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4/2017).

Keluarga memperlihatkan foto semasa hidup korban pembunuhan (paling kanan dan kiri) saat di rumah duka Jalan Kayu Putih Medan, Sumatera Utara, Senin (10/4/2017). Lima korban tewas akibat pembunuhan itu merupakan satu keluarga yang ditemukan terbunuh di kediaman mereka di Kelurahan Mabar, dan satu balita kritis yang masih dalam perawatan intensif. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Keluarga memperlihatkan foto semasa hidup korban pembunuhan (paling kanan dan kiri) saat di rumah duka Jalan Kayu Putih Medan, Sumatera Utara, Senin (10/4/2017). Lima korban tewas akibat pembunuhan itu merupakan satu keluarga yang ditemukan terbunuh di kediaman mereka di Kelurahan Mabar, dan satu balita kritis yang masih dalam perawatan intensif. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR (Tribun Medan/DANIL SIREGAR)

Baca juga: Tukang Las Jadi Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Tukino (33), tetangga Andi Lala menceritakan, Andi Lala tidak resah ataupun tegang saat bertemu dan mengantar pemuda kampung ikut lomba balap di Klambir-V, Deliserdang, Minggu (9/4/2017) pagi.

Padahal, pada Minggu (9/4/2017) dini hari, Andi Lala diduga membunuh lima orang yang masih sekeluarga, yakni Riyanto (40), istrinya Sri Ariyani (38), kedua anaknya Naya (13) dan Gilang Laksono (8) serta Sumarni (60) (mertua Riyanto).

"Dia sempat mengantarkan anak-anak kampung ikut balap sepeda di Klambir-V, sana. Prilakunya juga biasa tidak aneh," katanya saat berbincang dengan Tribun-Medan.com, Selasa (11/4/2017).

Setelah mengantar anak-anak muda kampung melayat, lanjutnya, Andi Lala dikabarkan sempat melayat ke rumah korban bersama keluarga dari Sei Rampah.

Setelah itu, pada Minggu (9/4/2017) petang, Andi Lala menjemput anak-anak yang ikut lomba balap sepeda ke Klambir-V.

Namun, belasan anak muda yang ikut balap sepeda itu diturunkan di Simpang Penara, Lubukpakam.

Hingga kini, warga tidak mengetahui keberadaan Andi Lala. Ia kabur menggunakan mobil pikap hitam ke arah Perbaungan, namun tidak satu pun warga mengetahui keberadaannya.

"Pada saat polisi datang pada Minggu (9/4/2017) malam ke rumah Andi Lala, dia sudah kabur. Ketika polisi datang, istrinya juga enggak ada rumah, entah ke mana, kami tidak tahu," ujarnya.

Petugas kepolisian membawa Hasan Guk, ayah kandung Andi Lala ke Polda Sumut. Tidak hanya itu, polisi juga membawa Tini, kakak ipar Andi Lala untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Diduga 3 Orang

Polisi juga membawa Riki, teman Andi Lala, yang diketahui warga Gang Masjid Lubukpakam. Warga mengenal Andi Lala berteman akrab dekat dengan Riki.

"Riki dan Andi Lala merupakan teman kompak. Mereka sering kerja sama sebagai panitia balap sepeda di berbagai daerah. Bahkan selalu bersama-sama keluar kampung," katanya.(Kompas.com)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved