Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Sebelum Tenggelam di Kali Nangapanda Almuzamil Minta Uang Jajan

Najamudin mengatakan, dia tidak menyangka anak keempatnya itu menjadi salah satu korban yang tenggelam di muara Kali Nangapanda.

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
Shutterstock
Ilustrari tenggelam. 

POS KUPANG.COM, ENDE - NAJAMUDIN, bapak dari Almuzamil, salah seorang korban yang tenggelam di muara Kali Nangapanda, Jumat (7/4/2017), berusaha tegar. Sorotan matanya selalu tertuju pada lautan lepas di pesisir Pantai Nangapanda, Kecamatan Nangapanda. Beberapa kali terdengar dari mulutnya mengucapkan Allah, Allah ya Allah. Ketegaran Najamudin sebagai seorang laki-laki pun runtuh. Butiran-butiran air mata menetes dari matanya membasahi wajah lelaki berkumis itu.

Saat didekati Pos Kupang, Najamudin mengatakan, dia tidak menyangka anak keempatnya itu menjadi salah satu korban yang tenggelam di muara Kali Nangapanda.

Sebelum kejadian menimpa anaknya itu, Najamudin mengatakan, anaknya sempat meminta uang jajan sebesar Rp 2.000. Saat memberi uang kepada anaknya, Najamudin mengatakan, kalau sudah diberi uang jajan nilai harus bagus ya bila perlu dapat 100 nilainya. "Beres abah," ujar Najamudin meniru suara anaknya.

Saat anaknya pergi ke sekolah, rumah tempat tinggal mereka dikunci dan Najamudin pergi menjual ikan.

Firasat sebagai ayah mulai dirasakan Najamudin saat dia pergi berjualan ikan ke beberapa desa di pedalaman Nangapanda. Saat itu ban sepeda motornya pecah, padahal sebelumnya dalam kondisi baik-baik. Meskipun ban motor pecah, dirinya tetap mengendarai sepeda motor itu tanpa mengalami kendala hingga tiba di rumah.

Saat tiba di rumah, dia mendengar warga bercerita soal ada anak yang tenggelam di muara Kali Nangapanda. Namun dia tidak menyangka bahwa di antaranya ada anaknya.

Najamudin lalu mencaritahu siapa saja anak yang tenggelam di muara Kali Nangapanda. Saat mencaritahu itulah dia mendapatkan cerita bahwa salah satu anak yang tenggelam bernama Aqila Fauzatunnafsi. Mendengar nama tersebut, Najamudin seperti terpukul. Meskipun keduanya berbeda ayah ibu, namun mereka adalah satu sebagai saudara. Bahkan sejak kecil Aqila Fauzatunnafsi menyusui di istrinya sama dengan anaknya atas nama Almuzamil.

"Dia Aqila Fauzatunnafsi kami sebut dengan anak susu karena memang menyusui di istri saya karena ibunya tidak memberi dia ASI," kata Najamudin.

Dugaan Najamudin menjadi kenyataan, karena anak bungsunya itu ternyata juga ikut tenggelam. Bahkan hingga Sabtu sore (8/4/2017) belum ditemukan.

Menurut Najamudin, anaknya itu sangat manja dengan dirinya. Bahkan satu hari yang lalu dia sempat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7. Putranya itu lahir pada 6 April 2010. Saat merayakan HUT tak ada kado ataupun hadiah mewah lainnya yang dia berikan kepada anaknya itu. Najamudin hanya membekali anaknya dengan uang jajan seadanya untuk membeli es untuk dirayakan bersama teman-temannya. (rom)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved