Selasa, 21 April 2026

Bung Karno Pernah Didesak Jadi Raja, Tanggapan Sang Proklamator Sungguh Mengagumkan

Bagaimanapun, beliaulah pengusul bentuk negara kesatuan. Waktu itu Jepang sedang di ambang kehancuran.

Editor: Alfred Dama
Bung Karno 

POS KUPANG.COM -- Ada benang merah yang bisa ditarik antara isu disintegrasi yang saat ini mengemuka dengan Sukarno.

Bagaimanapun, beliaulah pengusul bentuk negara kesatuan. Waktu itu Jepang sedang di ambang kehancuran.

Tentara mereka kalah di beberapa pertempuran, sementara bantuan dari Tokyo sudah berhenti. Mau tak mau, di Indonesia mereka hams merayu pribumi yakni dengan "memberikan" kemerdekaan.

Untuk itu mereka mengundang Sukarno dan Hatta membicarakan bentuk negara. Jepang menyodorkan monarki.

"Seperti dalam kunjungan tuan (Sukarno - Red.) baru-baru ini, rakyat Bali menghendaki kerajaan," para pembesar Jepang menegaskan. "Rakyat mendesak supaya Sukarno menjadi raja Indonesia."

Dengan tegas Sukarno menjawab, "Di masa permulaan sekali ketika kemerdekaan ini masih merupakan bayangan, saya telah berjanji bahwa kami tidak akan mendirikan negara yang berbentuk kerajaan. Saya senantiasa menentang segala macam bentuk selain daripada negara republik."

Bentuk negara kesatuan adalah tepat untuk kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan; asal dilengkapi angkatan laut yang kuat. Ingat saja dengan kejayaan Sriwijaya dan Majapahit.

Pandangan Sukarno tidak sejalan dengan keinginan Bung Hatta yang penganjur negara serikat. Itulah awal perbedaan di awal kemerdekaan Indonesia.

(Artikel ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Januari 2000, dengan judul asli “Bung Karno Pernah Didesak Jadi Raja,” ditulis oleh Agus Surono/Anglingsari SI SKI/G. Sujayanto.)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved